Headline.co.id, Yogyakarta ~ Taman Puspa Gading Tegaldowo Bantul Yogyakarta terus dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga berbasis alam, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek wisata yang berada di kawasan Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, ini tumbuh dari inisiatif warga bersama Pokdarwis Tegaldowo Manunggal setelah kawasan sekitar Sungai Bedog dan Jembatan Gantung Nawacita mulai ramai dikunjungi masyarakat. Pengembangan taman dilakukan melalui swadaya warga dengan memanfaatkan lahan persawahan, bantaran sungai, serta potensi lingkungan desa agar menjadi ruang wisata yang menarik, murah, dan bermanfaat bagi ekonomi lokal.
Taman Puspa Gading Tegaldowo Bantul Yogyakarta berada di sekitar Jl. Grujugan, Tegaldowo, Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di pinggir Sungai Bedog dan dekat dengan hamparan sawah, sehingga menawarkan suasana alam pedesaan yang sejuk untuk wisata keluarga, anak-anak, komunitas, hingga kelompok pesepeda. Destinasi ini juga didukung keberadaan Jembatan Gantung Nawacita yang menjadi ikon swafoto sekaligus penghubung wilayah Bantul dan Pajangan.
Taman Puspa Gading Tegaldowo Bantul Yogyakarta kini dikenal sebagai taman rekreasi yang memadukan unsur alam, relaksasi, edukasi, dan wahana ramah anak. Di kawasan ini, pengunjung dapat menikmati taman bunga, patung hewan, pemandangan persawahan, jembatan gantung, kolam renang anak, terapi ikan, ATV, wahana bermain, hingga kuliner lokal dari warung UKM warga. Harga tiket masuk disebut mulai Rp10.000, dengan pilihan biaya tambahan untuk beberapa wahana.
Berawal dari Ramainya Jembatan Gantung Nawacita
Lurah Desa Bantul, Supriyadi, mengatakan gagasan pengembangan Taman Puspa Gading Tegaldowo muncul setelah Jembatan Gantung Nawacita yang melintasi Sungai Bedog semakin banyak dikunjungi warga. Jembatan yang dibangun Kementerian PUPR tersebut menjadi penghubung antarkecamatan sekaligus akses menuju kawasan wisata Goa Selarong dan Kota Bantul.
“Berawal dari hal tersebut masyarakat Kampung Tegaldowo berinisiatif menyulap lahan kosong yang berada di pinggir sungai dan lahan persawahan sekitarnya untuk dijadikan taman bermain, dengan harapan ke depan akan menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di Bantul ini,” ungkap Supriyadi dalam acara Dinamika Pembangunan di Pendopo Taman Tegaldowo Bantul.
Menurut Supriyadi, kawasan Jembatan Gantung Nawacita hampir setiap sore ramai pengunjung. Pada masa liburan sekolah, jumlah pengunjung disebut meningkat cukup banyak. Sementara pada hari libur biasa, kunjungan berada di kisaran 400 hingga 500 orang.
Keberadaan jembatan gantung yang ikonik menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin berswafoto. Selain itu, lanskap Sungai Bedog dan sawah di sekitar taman memperkuat karakter wisata pedesaan yang masih alami.
Dikelola Pokdarwis dan Dibangun dari Swadaya Warga
Ketua Pokdarwis Tegaldowo Manunggal, Sugiran, menjelaskan pembangunan taman ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata. Menurut dia, taman yang sudah berdiri saat ini baru sebagian kecil dari rencana besar pengembangan kawasan wisata tersebut.
“Taman yang saat ini ada, baru seperlima dari target yang akan kami bangun. Kami berharap taman ini nantinya menjadi taman untuk edukasi di bidang pertanian, perikanan dan lainnya bagi anak-anak sekolah dan bagi umum,” terang Sugiran.
Sugiran mengatakan taman tersebut dibangun di atas lahan persawahan milik anggota Pokdarwis. Fasilitas yang tersedia meliputi kolam renang, kolam terapi ikan, gazebo, kendaraan ATV, area parkir luas, serta warung makanan dan minuman yang dikelola pelaku UKM setempat. Sementara pendopo pertemuan dibangun di atas tanah kas desa.
Pengelolaan berbasis masyarakat ini menjadi bagian penting dari pengembangan Taman Puspa Gading. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat langsung dalam menyediakan fasilitas, menjaga lingkungan, serta menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi.
Fasilitas Ramah Anak dan Wisata Edukasi
Taman Puspa Gading Tegaldowo menawarkan sejumlah wahana yang cocok untuk keluarga, terutama anak-anak. Di kawasan ini tersedia kolam renang mini waterboom, terapi ikan, wahana melukis, bermain dengan kelinci, mandi bola, menangkap ikan, serta penyewaan motor ATV.
Selain wahana permainan, taman ini juga dirancang sebagai ruang edukasi. Pengunjung dapat melihat suasana persawahan, taman bunga, lingkungan sungai, hingga aktivitas warga dalam menjaga kawasan wisata. Konsep ini sejalan dengan harapan pengelola untuk menjadikan Taman Puspa Gading sebagai tempat edukasi pertanian, perikanan, dan pelestarian lingkungan.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana santai, kawasan taman menyediakan gazebo dan area terbuka dengan latar sawah serta Sungai Bedog. Ikon seperti patung kadal raksasa dan jembatan gantung juga menjadi spot foto yang banyak diminati pengunjung.
Tiket, Jam Operasional, dan Akses Menuju Lokasi
Taman Puspa Gading Tegaldowo berada di Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Dari pusat Kota Bantul, waktu tempuh menuju lokasi sekitar lima menit dengan akses jalan yang mudah dilalui kendaraan roda dua, mobil, hingga kendaraan besar.
Jam operasional objek wisata ini tercantum mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Dalam bahan informasi lain, objek wisata ini juga disebut menyambut pengunjung mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, sehingga wisatawan disarankan memastikan kembali jam kunjungan sebelum datang.
Biaya masuk ke kawasan wisata disebut Rp10.000. Untuk parkir kendaraan, tarif yang tercantum yakni Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Beberapa wahana dikenakan biaya tambahan, seperti kolam renang mini waterboom Rp8.000, sewa ATV Rp10.000, serta wahana lain mulai Rp5.000.
Sugiran menjelaskan, pada tahap awal pengembangan, pengunjung sempat belum dikenakan tarif masuk karena masih dalam masa promosi. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir, biaya wahana tertentu, serta dapat membeli makanan dan minuman di warung UKM.
Dorong Ekonomi Warga Tegaldowo
Pengembangan Taman Puspa Gading Tegaldowo tidak hanya diarahkan untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Warung UKM, jasa parkir, wahana permainan, hingga pengelolaan fasilitas wisata menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga.
“Tujuan pengelolaan taman ini di antaranya kami ingin meningkatkan perekonomian masyarakat, serta agar warga masyarakat mulai berpikir kreatif memberdayakan SDM-nya serta sumber daya alam yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Sugiran.
Dengan konsep wisata alam, edukasi, dan keluarga, Taman Puspa Gading Tegaldowo menjadi contoh pengembangan destinasi berbasis potensi lokal. Kawasan yang sebelumnya berupa lahan pinggir sungai dan persawahan kini berkembang menjadi ruang rekreasi yang menawarkan suasana pedesaan, fasilitas anak, spot foto, serta kuliner warga.
Wisatawan yang datang disarankan menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, membawa perlengkapan pribadi jika ingin berenang, serta menyiapkan kamera atau ponsel untuk mengabadikan suasana taman. Durasi kunjungan terbaik di kawasan ini sekitar dua jam, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati wahana bermain dan pemandangan alam Bantul.


















