Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sutan Takdir Alisjahbana (STA), seorang sastrawan dan ahli bahasa, memiliki kontribusi besar dalam memodernisasi bahasa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan sebagai dukungan pemerintah terhadap pengusulan STA sebagai Pahlawan Nasional. Menurut Saifullah, perjuangan STA dalam pendidikan dan kebudayaan sama pentingnya dengan perjuangan fisik dalam merebut kemerdekaan.
STA dikenal sebagai tokoh kunci yang berhasil menjawab tantangan besar dalam menyatukan rakyat Indonesia pasca-kemerdekaan melalui bahasa. “STA tidak hanya menulis dalam bahasa Indonesia, tetapi juga membangun cara berpikir bangsa,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan resminya pada Rabu (1/7/2026).
Kontribusi Monumental STA
STA memiliki rekam jejak yang mencakup penulisan tata bahasa Indonesia pertama pada masa pendudukan Jepang. Ia juga memelopori angkatan Pujangga Baru melalui karya sastra dan polemik kebudayaan, serta mendirikan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK). Kontribusi ini dinilai monumental dalam membangun fondasi bahasa dan kebudayaan Indonesia.
Dukungan Pemerintah
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah membuka peluang untuk mengusulkan tokoh-tokoh bangsa yang belum mendapatkan perhatian luas, seperti STA. Saifullah Yusuf berharap proses pengusulan ini dapat berjalan lancar sehingga STA dapat segera ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Dengan pengakuan ini, diharapkan jasa-jasa STA dalam memodernisasi bahasa Indonesia dan membangun kebudayaan nasional dapat lebih dihargai dan diakui secara resmi oleh negara.






















