Headline.co.id, Jakarta ~ 1 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya Polri untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi guna menghadapi modus kejahatan yang semakin canggih. Hal ini disampaikan dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada Rabu (1/7/2026). Presiden Prabowo menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini semakin kompleks akibat konflik global dan perkembangan teknologi yang pesat.
Presiden Prabowo mengidentifikasi beberapa jenis kejahatan yang menjadi ancaman serius bagi bangsa, termasuk peredaran narkotika, judi daring, perdagangan manusia, kejahatan siber, terorisme, dan penyelundupan. Selain itu, ia juga menyoroti masalah pertambangan dan perkebunan ilegal serta kejahatan kerah putih yang dilakukan demi keuntungan finansial oleh pelaku dari dunia usaha atau pejabat pemerintah.
Kolaborasi dan Prestasi Polri
Presiden Prabowo mengapresiasi upaya Polri dalam berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk mengatasi berbagai modus kriminalitas tersebut. “Kolaborasi yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang positif,” ujar Presiden Prabowo. Namun, ia juga mengingatkan agar Polri tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapai dan tetap waspada terhadap ancaman yang terus berkembang.
Tantangan Kejahatan Modern
Dalam menghadapi kejahatan modern, Polri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan adaptasi terhadap teknologi baru. Presiden Prabowo menekankan bahwa peningkatan kapasitas ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat yang semakin terhubung secara digital.
Presiden Prabowo menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa keamanan nasional adalah tanggung jawab bersama. “Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi agar dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada,” tegasnya.























