Headline.co.id, Kepulauan Meranti ~ Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Padang. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, di Hotel Unigraha, Kabupaten Pelalawan, pada Senin (29/6/2026). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla di wilayah yang memiliki lahan gambut dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Kepulauan Meranti Detis Mayer Silitonga, Manajer PT RAPP Wan Mohammad Jakh Anza, serta sejumlah pejabat daerah dan kepala desa. Dalam sambutannya, Bupati Asmar menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mengatasi masalah karhutla yang terus berulang. “Karhutla adalah persoalan yang memerlukan perhatian dan kerja sama dari semua pihak,” ujarnya.
Asmar juga mengapresiasi PT RAPP yang konsisten menjalankan Program Desa Bebas Api sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan penghargaan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. “Program ini membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” tegas Asmar.
Bupati mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat Pulau Padang untuk mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan meningkatkan edukasi serta koordinasi dengan TNI, Polri, dan tim pemadam kebakaran perusahaan. Ia berharap desa yang berhasil mempertahankan status zero fire dapat memanfaatkan penghargaan untuk pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.
Fokus Program di Desa Mengkopot dan Selat Akar
Manajer PT RAPP, Wan Mohammad Jakh Anza, menjelaskan bahwa Program Desa Bebas Api telah berjalan sejak 2015 dan terus dikembangkan. Pada tahap kerja sama kali ini, fokus program adalah Desa Mengkopot dan Desa Selat Akar, yang dipilih berdasarkan analisis risiko kebakaran. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pemangku kepentingan,” ujarnya.
Desa yang mampu mempertahankan kondisi tanpa kebakaran selama musim kemarau akan mendapatkan penghargaan berupa program pembangunan senilai Rp100 juta. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan di luar anggaran Community Development (CD) perusahaan.
PT RAPP juga melaksanakan berbagai program pendukung, seperti sosialisasi pencegahan karhutla, peningkatan kesadaran masyarakat, dan pembentukan crew leader dari warga setempat. Selain itu, perusahaan memberikan bantuan pembukaan lahan tanpa bakar menggunakan metode mekanis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan PT RAPP berharap dapat menjaga Pulau Padang tetap bebas dari kebakaran hutan dan lahan serta mewujudkan Kepulauan Meranti yang bebas asap.




















