Headline.co.id, Yogyakarta ~ Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,6 mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6/2026) pukul 14.47 WIB. Gempa yang berpusat di laut itu turut dirasakan warga di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai dari Kota Yogyakarta, Sleman, hingga Bantul. Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG melaporkan gempa terjadi pada koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur atau sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur. Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.
Informasi awal yang dirilis BMKG menyebutkan:
“Gempa Mag:5.6, 27-Jun-26 14:47:21 WIB, Lok:8.96 LS,111.16 BT (86 km Tenggara PACITAN-JATIM), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami.”
Meski pusat gempa berada di wilayah perairan selatan Jawa Timur, getarannya dirasakan cukup luas hingga sejumlah daerah di DIY. Sejumlah warga mengaku sempat merasakan guncangan yang membuat mereka terkejut dan menghentikan aktivitas sejenak.
Salah seorang warga, Wawan, mengatakan getaran gempa terasa cukup jelas di wilayah Yogyakarta. Menurutnya, guncangan berlangsung singkat, namun cukup membuat panik.
“Gempa terasa, goyangannya bikin deg-degan dan kaget. Tapi alhamdulillah aman,” ujar Wawan saat dimintai keterangan.
Laporan serupa juga datang dari warga di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul yang merasakan getaran gempa pada waktu hampir bersamaan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
BMKG juga memastikan gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi gempa melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh data yang akurat dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Hingga Sabtu sore, otoritas terkait masih melakukan pemantauan terhadap dampak gempa di wilayah yang merasakan guncangan. Jika terdapat perkembangan terbaru mengenai kondisi di lapangan, informasi akan disampaikan melalui kanal resmi instansi berwenang.






















