Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab meningkatnya potensi cuaca besok, Sabtu (27/6/2026), yang diprakirakan berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah terbentuknya sirkulasi siklonik di kawasan Samudra Pasifik yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi. Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Sirkulasi Siklonik Jadi Pemicu Utama Perubahan Cuaca
BMKG menjelaskan, terdapat dua sirkulasi siklonik yang terpantau aktif, masing-masing berada di Samudra Pasifik Utara Papua dan Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini.
Kedua sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudra Pasifik Utara Maluku Utara hingga wilayah utara Papua, serta dari Samudra Pasifik Utara Papua menuju utara Papua Nugini. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Selain itu, BMKG juga mengidentifikasi sejumlah daerah perlambatan angin atau konvergensi di berbagai kawasan Indonesia.
Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat laut Aceh, pesisir barat Bengkulu, Riau hingga Selat Malaka, Laut Cina Selatan dari Kalimantan Timur menuju Kalimantan Utara, Laut Banda hingga Teluk Bone, pesisir selatan Sulawesi Selatan menuju Laut Sulawesi bagian barat, serta Papua Selatan hingga Papua Tengah.
BMKG: Potensi Cuaca Signifikan Perlu Diwaspadai
Penyiar BMKG, Afif Salahuddin, mengatakan kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut berpotensi menimbulkan kondisi cuaca yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah di Indonesia. Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan, potensi hujan sedang hingga lebat berada di beberapa wilayah yang berwarna kuning. Untuk potensi angin kencang berada di beberapa wilayah yang berwarna biru,” kata Afif Salahuddin dalam tayangan informasi cuaca BMKG.
Menurut BMKG, masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi hujan lebat perlu lebih waspada terhadap dampak cuaca yang dapat mengganggu aktivitas harian.
Bagaimana Cuaca Besok Hujan atau Panas?
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca besok hujan atau panas akan berbeda di setiap daerah.
Di wilayah Indonesia bagian barat, hujan sedang diprakirakan terjadi di Serang. Sementara hujan ringan berpotensi mengguyur Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang, Pontianak, dan Tanjung Selor.
Di sisi lain, sejumlah kota besar diperkirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Palangkaraya, dan Samarinda.
Bandar Lampung diprakirakan mengalami udara kabur, sedangkan Pekanbaru berpotensi mengalami asap atau kabut.
Wilayah Indonesia Timur Juga Berpotensi Diguyur Hujan
Potensi hujan juga diprakirakan terjadi di kawasan timur Indonesia. BMKG memprakirakan hujan sedang berpeluang turun di Nabire.
Sementara hujan ringan diprediksi terjadi di Mamuju, Palu, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.
Adapun Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, dan Ternate diprakirakan berada dalam kondisi berawan hingga berawan tebal.
Masyarakat Diminta Memantau Informasi Cuaca Terbaru
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas, terutama bagi warga yang akan melakukan perjalanan maupun beraktivitas di luar ruangan.
Dengan mengetahui prakiraan cuaca sejak dini, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi potensi dampak hujan sedang hingga lebat maupun angin kencang yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah pada Sabtu, 27 Juni 2026. BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi atmosfer bersifat dinamis sehingga pembaruan informasi cuaca perlu terus diperhatikan melalui kanal resmi BMKG.




















