Headline.co.id, Bojonegoro ~ Mbah Suparman, seorang lansia mandiri di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memilih bertahan di rumah sederhananya yang terletak di dekat area pemakaman. Pada Rabu (24/6/2026), tim gabungan dari Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro dan Polsek Kalitidu mengunjungi Mbah Suparman untuk memberikan bantuan. Dalam kunjungan tersebut, Mbah Suparman mengungkapkan keinginannya yang sederhana, yaitu memiliki kasur yang empuk.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari asesmen awal yang dilakukan Dinsos Bojonegoro seminggu sebelumnya. Mbah Suparman, yang tinggal seorang diri, telah menerima berbagai bantuan sosial dari pemerintah, termasuk bansos Sebatang Kara, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan bantuan pangan berupa beras. Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan bantuan bedah rumah dan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak. Namun, karena rumah dan MCK tersebut dibangun di atas lahan milik orang lain yang kemudian terjual, Mbah Suparman harus pindah. Pihak desa kemudian membangunkan rumah sederhana di dekat makam.
Saat dikunjungi, Mbah Suparman baru saja menerima tambahan bantuan beras dari Polsek Kalitidu. Meski ditawari untuk tinggal di panti pelayanan sosial khusus lansia, Mbah Suparman menolak dengan halus, menyatakan bahwa ia merasa nyaman tinggal di lokasi tersebut. Ia masih aktif sebagai penggali kubur desa dan membuka warung kopi kecil untuk warga sekitar.
Dari sisi kebutuhan pangan, Mbah Suparman merasa bantuan yang diterimanya sudah mencukupi. Ketika ditanya tentang kebutuhan yang paling diinginkan, ia menyebut semuanya sudah cukup. Namun, setelah didesak, ia tersenyum dan menyampaikan permintaan sederhana untuk kasur yang empuk.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, bersama Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri, berinisiatif untuk berkolaborasi dalam kerja bakti di rumah Mbah Suparman. “Kami akan berkolaborasi untuk membantu Mbah Suparman,” ujar Nafiatin Ni’mah. AKP Saefudinuri menegaskan dukungan terhadap inisiatif ini sebagai bagian dari pelayanan kepada warga. “Kami siap mendukung dan membantu,” tegasnya.
Mbah Suparman adalah contoh nyata dari semangat kemandirian di usia senja, yang tetap bertahan dengan segala keterbatasan dan memilih untuk hidup dekat dengan makam, tempat ia merasa nyaman dan damai.























