Headline.co.id, Temanggung ~ Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara memperkuat kerjasama dengan pengelola jalur pendakian Gunung Sumbing. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan pengembangan wisata alam, keselamatan pendaki, dan kelestarian kawasan hutan. Kepala BKPH Temanggung, Youdiyanto, menyatakan bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap pendakian memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Namun, hal ini harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik.
“Pengelolaan yang baik sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan pendaki dan kelestarian hutan,” kata Youdiyanto, Rabu (24/6/2026). Ia menekankan pentingnya koordinasi dan pengawasan yang kuat Perhutani dan pengelola basecamp yang berinteraksi langsung dengan para pendaki.
Pentingnya Komunikasi dan Edukasi
Youdiyanto menjelaskan bahwa komunikasi intensif dengan pengelola jalur pendakian merupakan langkah penting untuk memperkuat pengawasan kawasan. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi kepada para pendaki agar potensi gangguan terhadap kawasan hutan dapat diantisipasi sejak dini. Fenomena fear of missing out (FOMO) yang dipicu tren di media sosial juga menjadi perhatian, karena dapat memicu lonjakan jumlah pendaki dalam waktu singkat.
Tantangan Pengelolaan Jalur Pendakian
Peningkatan jumlah pendaki tanpa diimbangi kesiapan sarana, pengawasan, dan edukasi dapat menimbulkan berbagai persoalan. Mulai dari penumpukan sampah, kerusakan vegetasi, hingga meningkatnya risiko kecelakaan di jalur pendakian. Oleh karena itu, Perhutani mendorong seluruh pengelola jalur pendakian untuk terus mengedukasi pengunjung agar mematuhi aturan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan sebelum melakukan pendakian.
“Pengelola jalur pendakian harus terus mengedukasi pengunjung agar mematuhi aturan dan menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Youdiyanto. Perhutani juga telah melakukan komunikasi dan edukasi kepada pengelola jalur pendakian agar pesan tersebut diteruskan kepada para wisatawan.
Dengan sinergi yang kuat Perhutani dan pengelola jalur pendakian, diharapkan keseimbangan pengembangan wisata dan pelestarian lingkungan dapat terjaga dengan baik.






















