Headline.co.id, Miami ~ Timnas Brasil menutup perjalanan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C yang berlangsung di Stadion Miami, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Vinicius Junior menjadi bintang kemenangan lewat dua gol yang dicetaknya, sementara Neymar mencuri perhatian publik dengan penampilan perdananya bersama Selecao setelah hampir tiga tahun absen akibat cedera panjang. Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak gugur sebagai juara grup dengan modal kepercayaan diri tinggi.
Keberhasilan Brasil mengalahkan Skotlandia tidak hanya mempertegas dominasi mereka di Grup C, tetapi juga menunjukkan semakin solidnya skuad asuhan Carlo Ancelotti menjelang fase knockout yang akan berlangsung lebih ketat.
Vinicius Junior kembali menjadi motor serangan utama Brasil. Penyerang Real Madrid tersebut tampil tajam sepanjang pertandingan dan berkontribusi besar dalam kemenangan yang membawa Selecao mempertahankan tradisi lolos ke fase gugur Piala Dunia.
Vinicius Junior Kembali Jadi Pembeda
Penampilan impresif Vinicius Junior menjadi salah satu faktor utama kemenangan Brasil atas Skotlandia. Dwigol yang dicetaknya membuat pemain berusia 25 tahun itu kembali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan.
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti mengaku tidak terkejut dengan performa anak asuhnya tersebut. Menurut dia, Vinicius memang merupakan salah satu pemain terbaik dunia saat ini.
“Ini memuaskan karena saya tidak ragu bagaimana ia bisa sampai ke Piala Dunia ini. Baginya, suatu kehormatan untuk bermain dengan tim nasional,” kata Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu juga menegaskan bahwa dirinya bukan sosok yang menemukan kualitas Vinicius, karena kemampuan sang pemain sudah terbukti di level tertinggi sepak bola dunia.
“Aku bukan orang yang menemukan Vini. Bagi saya, Vini adalah top. Dia salah satu yang terbaik di dunia, tentunya,” ujar Ancelotti.
Berkat tambahan dua gol tersebut, Vinicius kini telah mengoleksi empat gol dan satu assist dari tiga pertandingan fase grup.
Catatan itu membuatnya sejajar dengan sejumlah legenda Brasil seperti Rivaldo dan Ronaldo Nazario yang pernah mencetak gol dalam tiga pertandingan fase grup Piala Dunia.
Neymar Akhirnya Kembali Berseragam Brasil
Selain kemenangan Brasil, perhatian publik sepak bola dunia juga tertuju pada momen kembalinya Neymar ke lapangan bersama tim nasional.
Pemain berusia 34 tahun itu masuk pada menit ke-76 menggantikan Matheus Cunha dan langsung mendapatkan sambutan meriah dari para pendukung Brasil yang memadati Stadion Miami.
Laga tersebut menjadi penampilan pertama Neymar bersama Selecao sejak Oktober 2023. Cedera lutut serius yang dialaminya saat menghadapi Uruguay membuat mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu harus menjalani masa pemulihan panjang selama hampir tiga tahun.
Meski hanya bermain sekitar 14 menit, Neymar mampu menunjukkan kualitasnya dengan beberapa sentuhan, umpan terobosan, dan keterlibatan dalam skema serangan Brasil.
Carlo Ancelotti menegaskan bahwa keputusan memainkan Neymar didasarkan pada perkembangan positif yang ditunjukkan sang pemain selama menjalani pemulihan.
“Dia mendapatkan kesempatan bermain karena memang pantas mendapatkannya. Dia bekerja sangat keras untuk pulih,” kata Ancelotti.
Pelatih berusia 67 tahun itu juga optimistis Neymar masih bisa memberikan kontribusi besar bagi Brasil pada sisa turnamen.
“Saya pikir di Piala Dunia ini, dengan kualitas yang dia miliki, dia bisa membantu tim. Dia hanya bermain beberapa menit, tetapi dia bermain dengan baik,” ujarnya.
Brasil Semakin Percaya Diri Menuju Babak Gugur
Kemenangan atas Skotlandia memastikan Brasil finis sebagai pemuncak Grup C dengan tujuh poin. Selecao unggul selisih gol atas Maroko yang juga berhasil mengamankan tiket ke fase gugur.
Performa tim Samba dinilai terus mengalami peningkatan setelah sempat menjalani awal turnamen yang tidak sepenuhnya mulus. Kehadiran kembali Neymar dan ketajaman Vinicius Junior menjadi kombinasi yang memberikan optimisme besar bagi publik Brasil.
Ancelotti pun menilai Neymar masih memiliki semangat yang sama untuk membela negaranya meski kini tidak lagi berusia muda.
“Neymar tidak membutuhkan motivasi untuk bermain. Tidak ada pemain yang membutuhkan motivasi untuk mengenakan jersey Brasil,” kata Ancelotti.
“Dia berusia 34 tahun dan masih memiliki gairah yang sama seperti anak muda,” tambahnya.
Dengan lini serang yang semakin lengkap dan sejumlah pemain kunci berada dalam performa terbaik, Brasil kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak gugur. Kemenangan atas Skotlandia menjadi sinyal bahwa tim asuhan Carlo Ancelotti mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya dalam upaya memburu gelar juara Piala Dunia 2026.





















