Headline.co.id, Sleman ~ Media hidrogel kini digunakan sebagai metode pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak. Metode ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Hidrogel memiliki karakteristik unik, menarik, dan mudah digunakan, sehingga memudahkan anak-anak memahami proses pertumbuhan tanaman dan membangun rasa tanggung jawab terhadap makhluk hidup di sekitarnya.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Etty Handayani, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Parent Teaching yang diadakan oleh Komite Sekolah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Jabal Nur Sleman di aula sekolah, Rabu (17/6/2026). Etty menjelaskan bahwa kemampuan hidrogel menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar sangat memudahkan perawatan tanaman, terutama bagi anak-anak yang baru belajar bercocok tanam.
Bentuk hidrogel yang berwarna-warni dan bertekstur menarik dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. “Penggunaan hidrogel sangat cocok diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Bentuknya yang berwarna-warni dan teksturnya yang menarik membuat anak-anak lebih tertarik untuk mengenal tanaman dan proses pertumbuhannya,” ujar Etty.
Selain mengenalkan teknik budidaya sederhana, kegiatan bertanam dengan hidrogel juga mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui praktik langsung, siswa diajak memahami bahwa setiap tanaman membutuhkan perhatian, air, dan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik. Etty menekankan pentingnya pendidikan lingkungan yang praktis dan aplikatif agar lebih mudah dipahami anak-anak.
Ketua Komite Sekolah SDIT Jabal Nur, Anita Chomsatun, menyatakan bahwa program Parent Teaching merupakan bentuk sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melatih tanggung jawab dan kreativitas anak melalui aktivitas yang aman dan praktis. Ia percaya bahwa kehadiran narasumber yang kompeten di bidang pertanian dapat memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi siswa untuk mengenal lingkungan dan dunia pertanian sejak dini.
“Tema bertanam dengan media hidrogel yang dipelajari hari ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter dan lingkungan. Melalui kegiatan praktik seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang tanaman, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, ketekunan, dan kepedulian terhadap alam,” tandas Anita. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, menumbuhkan minat pada bidang pertanian, serta membangun karakter peduli dan bertanggung jawab pada diri siswa sejak dini yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Adnan Nurtjahjo|KIMPararta Guna Gamping)
Berita Terkait Sleman
- Tangisan Bayi Bangunkan Warga, Terungkap Penemuan Bayi di Sumberharjo Prambanan
- Warga Sleman Digegerkan Temuan Lansia Meninggal Gantung Diri di Pohon Mahoni, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab
- Kesbangpol Sleman Adakan Latihan Bela Negara untuk Perkuat Patriotisme
- Bambu Cendani, Keunikan dari Kampung Bambu Sleman
- Peneliti UGM Terapkan Teknologi Agrovoltaic untuk Smart Farming di Sleman






















