Headline.co.id, Tanah Merah ~ Satuan Binmas Polres Boven Digoel mengadakan Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) di Aula Joglo Polres Boven Digoel pada Kamis (18/6/2026). Forum ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel Fabianus Sabi, S.Sos., M.AP., Danyon 803/KYK, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA), para ketua paguyuban dan kerukunan suku, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), serta tokoh masyarakat. Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra menyoroti bahwa masalah ekonomi merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi stabilitas keamanan di daerah tersebut.
Kapolres Wisnu Perdana Putra menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi ekonomi yang dinilai belum membaik. “Minimnya perputaran ekonomi dan ketimpangan kesempatan memperoleh akses ekonomi menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi ini berdampak pada meningkatnya tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor, pembobolan toko, tindak kekerasan, hingga penganiayaan yang dipicu oleh konsumsi minuman keras.
Menurut Kapolres, FKPM menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan solusi bersama lintas sektor. Ia mengajak seluruh unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Dalam forum tersebut, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boven Digoel memaparkan kondisi perekonomian daerah dan menyosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang sedang berlangsung. Sensus ini dilakukan dari rumah ke rumah untuk mendata seluruh aktivitas usaha sebagai dasar perencanaan kebijakan pembangunan ekonomi.
BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boven Digoel sempat meningkat pada 2023, namun mengalami perlambatan pada 2024. Sementara itu, angka kemiskinan masih berada di kisaran 19,24 persen dan menjadi tantangan bersama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menegaskan pentingnya perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan terhadap kondisi ekonomi daerah. Ia menilai bahwa persoalan ekonomi yang tidak ditangani secara optimal berpotensi memicu gangguan keamanan di masyarakat.
Forum FKPM kemudian dibuka sebagai ruang diskusi untuk menyampaikan saran, kritik, dan kondisi faktual di lapangan. Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi bersama guna memperkuat stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Berita Terkait Tanah Merah
- DPRK Boven Digoel dan Pemda Bahas Rencana Pembangunan Lima Tahun
- Gubernur Papua Selatan Resmikan Kantor KPH Boven Digoel dan Luncurkan Produk HHBK
- Rapat Kerja GPI Papua di Boven Digoel Fokus pada Reformasi Pelayanan Gereja
- Wakil Bupati Boven Digoel Minta OPD Siap Hadapi Audit BPK
- Bupati Boven Digoel Dorong Generasi Muda Lanjutkan Semangat Juang





















