Headline.co.id, Bangunan ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi. Keputusan ini diambil setelah gempa tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut, mempengaruhi ribuan warga di lima kabupaten dan kota. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa status ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026 dan berlaku dari 17 hingga 23 Juni 2026.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sigi juga sedang mempersiapkan penetapan status darurat selama 14 hari, mengikuti langkah pemerintah provinsi. Abdul Muhari menjelaskan bahwa data terbaru hingga Rabu malam menunjukkan jumlah warga terdampak mencapai 2.012 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 6.458 jiwa. Dampak terbesar dirasakan di Kabupaten Sigi dengan 1.991 KK atau 6.418 jiwa terdampak, diikuti oleh Kabupaten Parigi Moutong dengan 21 KK atau 40 jiwa. Data dari Kota Palu, Donggala, dan Poso masih dalam proses pembaruan.
BNPB melaporkan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Sigi, sementara korban luka-luka mencapai 79 orang, terdiri dari 15 orang luka berat dan 64 orang luka ringan. Kerusakan infrastruktur juga meluas, dengan 1.456 rumah mengalami kerusakan ringan, 112 rumah rusak sedang, dan 47 rumah rusak berat. Selain itu, puluhan fasilitas publik seperti 35 tempat ibadah, 10 sekolah, dan 11 gedung perkantoran juga mengalami kerusakan.
Tantangan di lapangan termasuk terputusnya akses komunikasi dan transportasi menuju Kecamatan Lore Utara di Kabupaten Poso. Jembatan Palu III di Kota Palu juga ditutup total akibat keretakan struktur yang berisiko. Meski demikian, Abdul Muhari menyatakan bahwa penanganan medis di rumah sakit terdampak berjalan lancar, dengan pasien yang sempat dievakuasi ke tenda darurat kini mulai dipindahkan kembali ke ruang perawatan.
BNPB mencatat hingga Rabu siang telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo 4,0 hingga 4,2. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang retak sampai dinyatakan aman oleh petugas.





















