Highlight Berita Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026:
Headline.co.id, Jakarta ~ Harga emas hari ini, Kamis (18/6/2026), menunjukkan pergerakan yang beragam di pasar global dan domestik. Harga emas dunia mulai menguat setelah sehari sebelumnya mengalami tekanan akibat sinyal kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed). Sementara itu, Harga Emas Antam masih bertahan di level Rp2.733.000 per gram pada perdagangan pagi ini.
Di pasar internasional, harga emas saat ini tercatat naik 0,52 persen menjadi US$4.279,71 per troy ons pada pukul 06.16 WIB. Penguatan tersebut terjadi setelah muncul kabar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk mengakhiri konflik yang berlangsung hampir empat bulan.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed setelah bank sentral AS itu mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen pada Rabu (17/6/2026). Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka hingga akhir tahun.
Harga Emas Dunia Sempat Anjlok Akibat Sinyal Hawkish The Fed
Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia pada perdagangan Rabu (17/6/2026) ditutup di level US$4.257,68 per troy ons atau turun 1,7 persen. Penurunan tersebut mengakhiri tren penguatan selama empat hari berturut-turut yang sebelumnya menghasilkan kenaikan sekitar 6,3 persen.
Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah mayoritas pembuat kebijakan The Fed memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Dari 19 anggota pembuat kebijakan, sembilan orang kini melihat kebutuhan untuk menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Proyeksi median suku bunga Fed Funds pada akhir 2026 juga meningkat menjadi 3,8 persen dari sebelumnya 3,4 persen pada proyeksi Maret.
Pedagang logam independen Tai Wong menilai sikap pimpinan baru The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.
“Ini adalah The Fed yang baru. Warsh terlihat tajam, percaya diri, dan penuh energi. Dia akan menjadi pengelola, bukan sekadar penjaga institusi. Pesannya jelas, perubahan akan datang, tetapi melalui pertimbangan yang matang,” kata Tai Wong, dikutip dari Reuters.
Menurut Wong, pasar merespons pernyataan tersebut sebagai sinyal hawkish yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
“Menurut saya, itulah yang mendorong pelemahan pasar. Pernyataan kebijakan dan dot plot bersifat hawkish, dan Warsh tidak melakukan apa pun untuk meredam persepsi tersebut,” ujarnya.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 meningkat menjadi 78 persen, naik dari 61 persen sebelum pengumuman kebijakan The Fed.
Perdamaian AS-Iran Dorong Harga Emas Kembali Menguat
Di tengah tekanan akibat kebijakan moneter AS, sentimen positif datang dari perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Seorang pejabat AS kepada Reuters menyebut Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) pada Rabu (17/6/2026) yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara.
Penandatanganan tersebut menjadi langkah resmi terbaru setelah sebelumnya dokumen serupa telah ditandatangani secara digital oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf.
Kesepakatan damai tersebut dipandang dapat membantu meredakan tekanan inflasi global yang selama ini dipicu konflik geopolitik dan kenaikan harga energi. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pasar emas untuk kembali menguat apabila tekanan inflasi berkurang dan pandangan hawkish The Fed mulai mereda.
Harga Emas Antam Hari Ini Masih Rp2.733.000 per Gram
Di pasar domestik, harga emas Antam pada Kamis pagi belum mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mengacu pada data resmi Logam Mulia yang dikutip dari Money, harga emas Antam berada di level Rp2.733.000 per gram pada pukul 06.00 WIB. Angka tersebut sama dengan posisi penutupan Rabu (17/6/2026).
Sebelumnya, Harga Emas Antam sempat naik Rp4.000 dari Rp2.729.000 menjadi Rp2.733.000 per gram pada perdagangan kemarin.
Pembaruan harga resmi dari Antam dijadwalkan kembali pada pukul 08.30 WIB sehingga harga yang berlaku pada pagi hari masih mengacu pada pembaruan terakhir.
Daftar Harga Emas Antam 18 Juni 2026
Berikut harga emas Antam berdasarkan pecahan yang tersedia:
- 0,5 gram: Rp1.416.500
- 1 gram: Rp2.733.000
- 3 gram: Rp8.084.000
- 5 gram: Rp13.440.000
- 10 gram: Rp26.825.000
- 25 gram: Rp66.937.000
- 50 gram: Rp133.795.000
- 100 gram: Rp267.512.000
- 250 gram: Rp668.515.000
- 500 gram: Rp1.336.820.000
- 1.000 gram: Rp2.673.600.000
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Transaksi pembelian dan penjualan kembali emas Antam mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk pembelian emas:
- Pemilik NPWP dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen.
- Non-NPWP dikenakan tarif 0,9 persen.
Sementara untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta:
- Pemilik NPWP dikenakan pajak 1,5 persen.
- Non-NPWP dikenakan pajak 3 persen.
Potongan pajak buyback dilakukan langsung dari nilai transaksi yang diterima konsumen saat proses penjualan kembali selesai dilakukan.
Prospek Harga Emas Masih Dipengaruhi Dua Faktor Utama
Pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi dua sentimen utama, yakni arah kebijakan suku bunga The Fed dan perkembangan geopolitik global. Sinyal kenaikan suku bunga cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sementara meredanya konflik internasional dapat membantu menurunkan tekanan inflasi yang berpotensi mendukung penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, investor diperkirakan akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter AS serta implementasi kesepakatan damai antara AS dan Iran sebagai faktor penentu arah harga emas berikutnya.






















