Headline.co.id, Lhokseumawe ~ Dinas Pangan Aceh bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe meluncurkan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis untuk menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat. Program ini dilaksanakan di bekas Terminal Bus Lhokseumawe dan menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, dengan fokus pada ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husain, menyatakan bahwa inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Gerakan ini bukan sekadar intervensi harga, tetapi juga upaya konkret menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya pada Rabu (22/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas utama disediakan dengan harga di bawah pasar. Di antaranya adalah gula pasir 2 kilogram seharga Rp28.000, telur ayam satu papan Rp45.000, beras premium 5 kilogram Rp50.000, serta minyak goreng kemasan 2 liter Rp33.000. Kebijakan ini diharapkan dapat meredam tekanan harga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Program ini juga merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok secara layak.
Keberlanjutan program Gerakan Pangan Murah memerlukan konsistensi pelaksanaan, perluasan jangkauan distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat agar dampaknya semakin optimal dalam pengendalian inflasi. Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program ini secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, guna menjaga pemerataan distribusi bagi seluruh warga.
Dalam jangka panjang, Gerakan Pangan Murah dipandang sebagai instrumen intervensi jangka pendek. Ke depan, penguatan sektor produksi, efisiensi rantai distribusi, serta stabilitas pasokan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional.





















