Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menanggapi laporan dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Bone Pesisir (IPMBP) terkait insiden dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bone Pesisir. Pada Senin (20/4/2026), pertemuan diadakan setelah viralnya temuan belatung dalam paket makanan yang dibagikan kepada masyarakat.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak akan mentolerir penurunan standar kualitas dalam program nasional tersebut. Ia menginstruksikan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gorontalo memperketat pengawasan terhadap bahan pangan. “Tidak boleh ada bahan makanan yang tidak layak konsumsi. Kualitas harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi makanan, sayur maupun buah-buahan,” ujar Idah Syahidah.
Ketua IPMBP, Usman Djauhari, menyatakan bahwa aksi mahasiswa bukan untuk menolak program pemerintah, melainkan untuk mendesak evaluasi total terhadap sistem distribusi dan pengelolaan di lapangan. Selain masalah higienitas, mahasiswa juga menyoroti dugaan tekanan terhadap warga yang melaporkan keluhan kualitas makanan. “Kami mengapresiasi kehadiran program ini, namun ada persoalan dalam pengelolaan dan sistem yang perlu segera dibenahi agar tidak merugikan masyarakat,” kata Usman.
Menanggapi isu tersebut, Kepala SPPG Desa Tihu, Alwin Karim, memberikan klarifikasi. Ia membantah bahwa makanan yang terkontaminasi berasal dari dapur mereka dalam kondisi rusak. Menurutnya, semua makanan telah melalui uji kelayakan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah. “Makanan yang kami distribusikan diterima dalam kondisi baik. Namun karena tidak dihabiskan, sisa makanan tersebut dibawa pulang dan baru dikonsumsi pada malam hari,” jelas Alwin.
Alwin menduga bahwa kontaminasi terjadi akibat penyimpanan yang kurang baik setelah makanan berada di tangan penerima manfaat. Ia juga menepis tuduhan intimidasi terhadap warga, dengan menyatakan bahwa kehadiran pihak SPPG di rumah warga adalah untuk klarifikasi, didampingi oleh aparatur pemerintah desa setempat.




















