Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap bahan pangan dari desa. Hal ini bertujuan agar program Makan Bergizi Gratis dapat menggerakkan ekonomi lokal dengan lebih cepat. “Kebijakan ini bertujuan menciptakan rantai ekonomi yang saling menguatkan satu sama lain,” ujar Menko Pangan, Jumat (17/4/2026).
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa program pemenuhan gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan anak-anak, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat desa dan mewujudkan kedaulatan pangan. “Integrasi program gizi dan penguatan ekonomi desa merupakan langkah strategis untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Menko Pangan menyatakan bahwa pelaku usaha di desa yang terlibat langsung dalam penyediaan bahan baku pangan bagi SPPG dapat membuat rantai pasok pangan menjadi lebih pendek dan efisien. Hal ini berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa. “Rantai pasok pangan yang lebih pendek dan efisien ini berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Menko Pangan.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, dari rencana pembangunan 28.562 unit SPPG, saat ini sudah beroperasi sebanyak 23.597 unit atau setara 83 persen dari total rencana tersebut. Adapun jumlah SPPG yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) baru mencapai 7.204 unit di seluruh Indonesia. Daerah dengan rasio SLHS terbanyak terhadap SPPG yang beroperasi adalah Nusa Tenggara Barat, dengan angka mencapai 65,64 persen.






















