Headline.co.id, Jogja ~ Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mencapai peringkat 151-200 dunia dalam QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 untuk bidang Law & Legal Studies. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang berada di rentang peringkat 201-250 dunia. Di tingkat nasional, Fakultas Hukum UGM menempati posisi kedua, setelah Universitas Indonesia yang berada di peringkat 96 dunia, dan Universitas Airlangga yang juga berada di peringkat 151-200 dunia.
Wakil Dekan Fakultas Hukum UGM, Dr. Heribertus Jaka Triyana, S.H., LL.M., MA., menyatakan bahwa prestasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Menurut Jaka, peringkat yang diraih bukanlah tujuan utama, melainkan bagian dari komitmen yang terus ditingkatkan dan dikomunikasikan dengan seluruh civitas Fakultas Hukum UGM.
Jaka menjelaskan bahwa keberhasilan Fakultas Hukum UGM didukung oleh peningkatan dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama melalui publikasi internasional dan nasional di jurnal bereputasi. Ia menyebutkan bahwa publikasi dosen meningkat sebesar 10-15% dan saat ini fakultas sedang berupaya meningkatkan sitasi dari publikasi di jurnal internasional sebagai indikator peningkatan peringkat. “Nah, kami saat sekarang sedang mencoba mengejar sitasi dari publikasi di jurnal internasional bereputasi menjadi sebuah indikator yang ini dari tahun ke tahun akan semakin meningkat,” jelasnya, Rabu (15/4).
Lebih lanjut, Jaka menyampaikan bahwa Fakultas Hukum UGM terus berupaya meningkatkan kualitas sistem sitasi dengan melakukan studi banding ke universitas yang lebih maju dan menerapkannya untuk perbaikan. Kontribusi dosen dalam konferensi internasional juga semakin didorong, meskipun terdapat tantangan terkait pengetatan anggaran.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Fakultas Hukum UGM menggalakkan kerja sama bilateral dan multilateral dengan mitra. Kerja sama dengan institusi luar negeri diharapkan dapat berdampak pada reputasi akademik, riset, publikasi, dan reputasi alumni. “Model-model kerja sama yang dikembangkan itu diharapkan memberikan dampak baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan citra branding dari institusi,” ungkapnya.
Jaka juga menambahkan bahwa kedatangan tokoh-tokoh akademik dari dalam dan luar negeri semakin meningkat. Fakultas memiliki delapan pusat kajian yang dapat berkolaborasi dalam proyek hingga publikasi riset. “Saya kira potensi ini bisa menjadi kekuatan yang semakin baik kedepannya,” jelasnya.
Jaka menegaskan bahwa Fakultas Hukum UGM akan terus mendorong jumlah dosen tamu, partisipasi mahasiswa dalam lomba-lomba internasional, serta memperkuat kerja sama internasional yang diharapkan selalu meningkat dari sisi kuantitas dan kualitas. “Kedepan tantangannya semakin berat. Tetapi komitmen kami untuk bergerak lebih baik lagi,” pungkasnya.




















