Headline.co.id, Idi Rayeuk ~ Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat bersama dengan personel Polsek Simpang Jernih melakukan pemantauan terhadap pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan huntara bagi warga yang terdampak banjir hidrometeorologi berjalan sesuai dengan rencana dan target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Kapolsek Simpang Jernih, Safwadinur, menyatakan bahwa kegiatan monitoring ini juga bertujuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. “Monitoring ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan sesuai rencana sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pengerjaan,” ujarnya.
Tim BNPB pusat yang terjun langsung ke lokasi terdiri dari A. Pitoy sebagai koordinator kecamatan, didampingi oleh Didin dan Nauval sebagai staf. Kegiatan ini juga diikuti oleh Zakaria dari BPBD Aceh Timur. Dalam pemantauan tersebut, tim mengecek langsung sejumlah titik pembangunan huntara serta berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek guna memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Berdasarkan data lapangan, pembangunan huntara di Desa Rantau Panjang mencapai 55 unit yang tersebar di 11 lokasi. Hingga saat ini, seluruh unit masih berada dalam tahap pengerjaan dan belum ditempati oleh warga terdampak banjir. Pembangunan huntara ini diharapkan dapat segera selesai sehingga warga yang terdampak banjir hidrometeorologi memperoleh tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan nyaman sambil menunggu proses pemulihan pascabencana secara menyeluruh.








