Headline.co.id, Pemerintah Kapanewon Depok ~ Kabupaten Sleman, turut serta dalam perayaan Mangayubagya untuk memperingati ulang tahun ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara ini berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta. Panewu Depok, R. Hery Subagio, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Jawatan Umum, Benyamin Dalung, dan Kepala Jawatan Sosial, Fransiskus Suhyadi, serta perangkat dari tiga kalurahan di wilayah Kapanewon Depok, yaitu Caturtunggal, Condongcatur, dan Maguwoharjo.
Dalam prosesi tersebut, rombongan membawa berbagai hasil bumi sebagai simbol syukur dan penghormatan kepada Ngarsa Dalem. Hasil bumi yang dibawa meliputi talas, waluh, ketela, pisang, nanas, serta minuman tradisional wedang uwuh. Hery Subagio menyampaikan bahwa pada tanggal 2 April 2026, Sri Sultan Hamengku Buwono X genap berusia 80 tahun. Menurutnya, pengabdian Sri Sultan tetap konsisten dan penuh keteladanan dalam memimpin serta mengayomi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Dengan welas asih dan kebijaksanaan, beliau senantiasa hadir sebagai bapak bagi masyarakat, menjaga harmoni sosial, melestarikan budaya, serta mengarahkan pembangunan berbasis nilai-nilai keistimewaan,” ujar Hery. Ia menambahkan bahwa dedikasi Sri Sultan merupakan wujud nyata pengabdian yang berkelanjutan bagi Yogyakarta dan Indonesia. Pemerintah Kapanewon Depok juga mendoakan agar Sri Sultan selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Mangayubagya, masyarakat dapat menikmati Pesta Rakyat melalui program “80 angkringan” yang tersebar di 10 lokasi strategis, lain di BPD DIY, Jogja Library, Eks Teras Malioboro 2, DPRD DIY, Hotel Mutiara UMKM, Gerbang Barat Kompleks Kepatihan, Pasar Beringharjo, Pasar Sore Malioboro, depan Gerbang Gedung Agung, serta Museum Sonobudoyo Jalan Pangurakan. Hery menegaskan bahwa partisipasi Kapanewon Depok dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan dan rasa hormat kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pemimpin sekaligus simbol budaya Yogyakarta.




















