Headline.co.id, Banyuasin ~ Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan berhasil mengevakuasi seorang nelayan yang memerlukan bantuan medis darurat di Desa Upang Marga, Kabupaten Banyuasin. Proses evakuasi dilakukan menggunakan Ambulans Apung untuk mengatasi tantangan akses transportasi darat yang sulit di daerah perairan tersebut.
Kejadian ini bermula ketika personel Pos Pangkalan Sandar Upang menerima laporan dari Bidan Wijiyanti, tenaga kesehatan desa setempat. Mustofa, seorang nelayan berusia 44 tahun, dilaporkan mengalami nyeri perut hebat hingga ke pinggang dan memerlukan rujukan segera ke rumah sakit di Palembang. Mengingat kondisi geografis Desa Upang yang dikelilingi perairan, perjalanan darat menuju rumah sakit memerlukan waktu yang cukup lama.
Dengan kesiapan unit speedboat 40 PK yang telah dimodifikasi menjadi Ambulans Apung, petugas berhasil memangkas waktu tempuh secara signifikan. Pasien segera dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan Palembang dengan pendampingan tenaga kesehatan serta fasilitas medis seperti tandu dan obat-obatan darurat di atas kapal. Kecepatan evakuasi ini merupakan implementasi dari instruksi Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya pelayanan Polri hingga ke pelosok perairan.
Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, mengapresiasi kolaborasi petugas dan tenaga kesehatan desa. Ia juga mengimbau masyarakat pesisir untuk mulai membiasakan penggunaan layanan darurat terpadu. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik,” jelas Kombes Pol. Heru, Senin (6/4/26).
Kehadiran fasilitas Ambulans Apung ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Salah satu perwakilan keluarga pasien menyampaikan rasa syukur atas kesigapan petugas di lapangan. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan cepat dari petugas,” ungkapnya.
Proses evakuasi dilaporkan berjalan dengan aman dan lancar. Hingga berita ini diturunkan, pasien telah mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit. Sinergi teknologi komunikasi 110 dan fasilitas Ambulans Apung diharapkan dapat terus menjadi tumpuan bagi masyarakat perairan Sumatera Selatan dalam menghadapi situasi darurat.





















