Headline.co.id, Jakarta ~ Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengumumkan bahwa sebanyak 23.618 personel dari berbagai lembaga masih aktif di lapangan untuk mempercepat pemulihan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Kamis (2/4/2026). Upaya besar ini melibatkan kementerian, TNI/Polri, dan relawan nonpemerintah, yang telah berhasil mencapai 84 persen pembangunan hunian sementara (huntara) dan memulihkan akses logistik nasional secara fungsional.
Tito Karnavian menyatakan dalam keterangan resminya pada Kamis (2/4/2026), bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam menangani dampak bencana besar yang sempat melumpuhkan tiga provinsi di Sumatra tersebut. Meskipun jumlah personel kini disesuaikan seiring kondisi yang lebih terkendali, puluhan ribu petugas tetap difokuskan pada penyelesaian infrastruktur dasar dan hunian.
Menurut data Satgas PRR per 31 Maret 2026, sebanyak 16.360 unit huntara telah selesai dibangun dari target yang ditetapkan. Pengerjaan ini merupakan hasil sinergi BNPB, Kementerian PU, TNI/Polri, serta lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat. Keberhasilan kolaborasi ini juga terlihat pada sektor transportasi, di mana seluruh akses jalan dan jembatan nasional telah terbuka secara fungsional. Jembatan darurat yang dibangun oleh tim teknis menjadi urat nadi penting bagi wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi total akibat material bencana.
Selain infrastruktur jalan, tantangan pembersihan lumpur juga menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu kontribusi menonjol datang dari Kementerian Dalam Negeri yang menerjunkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam tiga gelombang untuk membantu normalisasi lingkungan warga. Tito menambahkan, “Hingga saat ini, layanan dasar seperti aliran listrik dan jaringan komunikasi dilaporkan telah pulih di hampir seluruh wilayah terdampak. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas juga sudah kembali beroperasi secara normal untuk melayani masyarakat.”
Satgas PRR memastikan semangat gotong royong ini akan terus dipertahankan hingga tahap pembangunan hunian tetap (huntap) dan normalisasi lingkungan selesai sepenuhnya.




















