Headline.co.id, Jakarta ~ Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mempercepat pembangunan ribuan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan tidak lagi bergantung pada tenda darurat.
Menurut data Satgas PRR per 3 April 2026, sebanyak 230 unit huntap telah selesai dibangun dari total rencana 35.368 unit di ketiga provinsi tersebut. Saat ini, 1.240 unit lainnya sedang dalam proses pengerjaan. Aceh memiliki target terbesar dengan 26.418 unit (104 selesai), diikuti Sumatra Utara dengan 5.690 unit (120 selesai), dan Sumatra Barat dengan 3.260 unit (6 selesai).
Selain pembangunan hunian permanen, penyelesaian huntara juga terus dikebut. Hingga saat ini, 17.084 unit huntara atau sekitar 89 persen dari target 19.135 unit telah berhasil diselesaikan. Sumatra Barat telah mencapai 100 persen target huntara (830 unit), Sumatra Utara mencapai 97 persen (995 unit), dan Aceh berada di angka 88 persen (15.259 unit).
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kecepatan pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada akurasi pendataan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Ia meminta para bupati dan wali kota untuk proaktif memvalidasi pilihan skema hunian para penyintas. “Kecepatan pembangunan sangat bergantung pada akurasi pendataan,” tegas Tito dalam keterangan resmi, Jumat (3/4).
Bagi penyintas yang memilih tidak tinggal di huntara, Satgas telah merampungkan 100 persen penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH). Sebanyak 14.021 kepala keluarga di tiga provinsi telah menerima bantuan senilai Rp600.000 per bulan untuk durasi tiga bulan, dengan total nilai Rp1,8 juta per KK.
Selain fokus pada hunian, Satgas PRR juga melaporkan kemajuan signifikan dalam pembersihan material sisa bencana. Hingga 2 April 2026, proses pembersihan lumpur di 528 titik lokasi telah mencapai 84,28 persen. Dari total lokasi tersebut, 445 titik sudah rampung dibersihkan, sementara 83 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Kegiatan pembersihan dilakukan dalam dua tahap, di mana tahap pertama yang memfokuskan pada akses jalan nasional telah rampung 100 persen sejak Januari lalu. Saat ini, Satgas berfokus pada tahap kedua yang menyasar fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, tempat ibadah, serta perkantoran guna memulihkan roda kehidupan masyarakat di Sumatra.




















