Headline.co.id, Tanah Merah ~ Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mengadakan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekbang) Tahun 2026 pada Senin (30/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah agar lebih terarah dan merata, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba, yang menekankan pentingnya sinergi, disiplin, dan komitmen dari seluruh perangkat daerah dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan.
Bupati Roni Omba menyatakan bahwa Rakortekbang adalah momentum strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Ia menambahkan bahwa kualitas pembangunan sangat bergantung pada kualitas dokumen perencanaan seperti RPJMD, Renstra OPD, dan data statistik sektoral daerah. “Tanpa dokumen yang baik, program yang kita rencanakan tidak akan tepat sasaran. Karena itu, saya minta seluruh OPD segera menyelesaikan dokumen perencanaan tanpa penundaan,” tegasnya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, penggunaan data yang valid dan mutakhir, serta pemanfaatan sistem digital seperti Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam proses perencanaan. “Keberhasilan pembangunan daerah adalah hasil kerja bersama. Kita harus bekerja dengan disiplin, tanggung jawab, dan komitmen tinggi demi kemajuan Kabupaten Boven Digoel,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Bapperinda Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Ulmi Listianingsih Wayeni, memberikan arahan mengenai pentingnya komunikasi aktif pemerintah provinsi dan kabupaten. Ia menegaskan bahwa seluruh program daerah harus dikonsultasikan dan dikorelasikan dengan pemerintah provinsi agar selaras dengan kebijakan pembangunan yang lebih luas. “Jangan sampai kita diam. Semua permasalahan di daerah harus dikomunikasikan dengan baik, supaya bisa kita tindaklanjuti bersama,” ujar Ulmi.
Ulmi juga mengapresiasi meningkatnya komunikasi OPD dan pemerintah provinsi yang dinilai membantu mengidentifikasi berbagai persoalan di daerah. “Kami melihat komunikasi sudah mulai aktif, dan ini yang kami harapkan. OPD harus proaktif, jangan menunggu, supaya ke depan setiap kendala bisa segera dicarikan solusi,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan penginputan data ke dalam sistem perencanaan digital. “Pastikan data diinput dengan baik dalam sistem seperti SIPD, karena itu menjadi dasar utama dalam penyusunan program pembangunan yang terarah dan terukur,” jelasnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bapperinda Kabupaten Boven Digoel, Ruben Kwanimba, menegaskan bahwa Rakortekbang merupakan tahapan penting untuk memastikan perencanaan pembangunan berjalan secara terarah, terukur, dan terintegrasi. “Melalui forum ini, kita menyelaraskan seluruh program pusat, provinsi, dan kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih,” ungkapnya.
Menurut Ruben, perencanaan saat ini tidak lagi bersifat administratif, tetapi harus berbasis data, kinerja, dan kebutuhan riil masyarakat. “Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan, yaitu dokumen perencanaan harus selaras, berbasis data yang valid, dan mengacu pada visi misi kepala daerah,” jelas Ruben. Ia juga meminta seluruh OPD memperkuat koordinasi lintas sektor dan menghindari ego sektoral. “Jangan bekerja sendiri-sendiri. Ini kerja tim, sehingga harus ada sinergi dalam menyusun program pembangunan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Bapperinda akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap progres setiap OPD. Melalui Rakortekbang 2026 ini, diharapkan seluruh perangkat daerah mampu menyusun perencanaan pembangunan yang berkualitas, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Boven Digoel.






















