Headline.co.id, Jambi ~ Pemerintah Kota Jambi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memperkuat sinergi dalam menyerap aspirasi masyarakat dan mempercepat pembangunan berbasis lingkungan. Hal ini terlihat dalam agenda Reses I 2026 DPRD Kota Jambi di Daerah Pemilihan III yang meliputi Telanaipura, Danau Teluk, dan Danau Sipin.
Wali Kota Jambi Maulana dan Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cadika pada Rabu (1/4/2026). Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Cek Endra. Dalam kesempatan tersebut, disalurkan bantuan sosial tahap II berupa 400 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di tiga kecamatan tersebut.
Maulana menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan memastikan kebijakan pemerintah tepat sasaran. “Reses menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah menyerap aspirasi yang akan ditindaklanjuti dalam program pembangunan,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa sinergi dengan DPRD telah menghasilkan pemanfaatan dana aspirasi yang semakin dirasakan masyarakat, terutama untuk kebutuhan dasar di tingkat lingkungan. Dalam kesempatan itu, Maulana juga memaparkan progres program unggulan “Kampung Bahagia” yang menjadi motor penggerak pembangunan berbasis Rukun Tetangga (RT).
Program ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta per RT dan akan menjangkau 1.583 RT sepanjang 2026, yang dilaksanakan dalam dua tahap. “Program ini dirancang untuk mempercepat pembangunan langsung di tingkat masyarakat, baik untuk infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi,” jelasnya. Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk terlibat aktif di lingkungan masing-masing guna memperkuat kolaborasi sosial.
Anggota DPR RI Cek Endra menilai program Kampung Bahagia sebagai inovasi yang efektif di tengah tuntutan efisiensi anggaran. “Program ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan mendorong gotong royong. Ini model pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menegaskan bahwa hasil reses akan menjadi bahan perumusan kebijakan dan penganggaran tahun berikutnya. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah juga mempercepat realisasi usulan masyarakat yang sebelumnya belum terakomodasi. “Aspirasi yang kami terima tidak akan berhenti sebagai catatan. Kami bersama OPD akan langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi riil,” tegasnya.
Dialog interaktif yang berlangsung dalam reses tersebut mencerminkan kedekatan pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi lintas level pemerintahan. Dengan dukungan legislatif di tingkat kota hingga pusat, Pemkot Jambi optimistis program pembangunan, khususnya berbasis komunitas, dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.



















