Headline.co.id, Siak ~ Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Merah Putih untuk Tahun Buku 2025 menjadi momen penting dalam memperkuat struktur kelembagaan dan merumuskan strategi penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Siak, Tengku Musa, menyampaikan hal ini saat menghadiri RAT di Aula Kantor Kampung Tualang, Senin (31/3/2026).
Tengku Musa menekankan bahwa Koperasi Merah Putih didorong untuk menjadi wadah strategis dalam penyaluran subsidi agar tepat sasaran. “Koperasi Merah Putih kami dorong menjadi wadah strategis penyaluran subsidi agar tepat sasaran. Tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga membuka akses bagi UMKM lokal masuk ke pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui koperasi, pergerakan ekonomi desa dapat ditingkatkan, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong royong dan sistem bagi hasil yang adil. “Dari sini ekonomi desa bergerak, lapangan kerja tercipta, semua berjalan dengan semangat gotong royong dan sistem bagi hasil yang adil,” tambahnya.
Meskipun koperasi masih dalam tahap perintisan, pemerintah daerah tetap optimistis terhadap dampak jangka panjang yang akan dihasilkan. “Meski masih tahap awal, kami optimistis pemerintah daerah mendorong KMP mampu mendukung program MBG. Manfaatnya akan terasa luas. Prosesnya memang bertahap, namun dalam jangka panjang koperasi ini akan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Tengku Musa, Koperasi Merah Putih Kampung Tualang tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam menciptakan sistem distribusi yang lebih adil. “Dari aula kampung hingga ke gerai-gerai yang mulai tumbuh, tersimpan tekad besar untuk menghadirkan sistem distribusi lebih adil, memutus ketergantungan pada tengkulak, dan membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih merata,” katanya.
Ketua Badan Pengawas Koperasi Merah Putih Kampung Tualang, Juprianto, menyampaikan optimisme terhadap masa depan koperasi yang masih dalam tahap awal tersebut. “InsyaAllah, ke depan koperasi ini akan menjadi solusi dalam memutus mata rantai tengkulak yang selama ini membuat distribusi kurang tepat sasaran,” ujarnya.
Juprianto menegaskan bahwa keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kesabaran, komitmen, serta semangat kebersamaan seluruh anggota dalam membangun sistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Saat ini, koperasi telah memiliki tujuh gerai yang disiapkan sebagai ujung tombak distribusi kebutuhan masyarakat. “Masing-masing gerai akan dipasok langsung dari pusat. Melalui gerai tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat, salah satunya melalui kerja sama dengan Bulog dan pihak lainnya. Ke depan, kami menargetkan merekrut seribu anggota dan saat ini berjumlah 470 anggota,” jelasnya.






















