Headline.co.id, Banyuwangi ~ Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan hasil pembangunan daerah selama tahun 2025 dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada DPRD Banyuwangi. Dalam rapat paripurna yang berlangsung pada Selasa (31/3/2026), Ipuk menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun anggaran 2025 telah berakhir, dan sebagai kepala daerah, ia berkewajiban menyampaikan LKPJ tersebut.
Ipuk menjelaskan bahwa sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Indikator tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, perbaikan ketimpangan pendapatan, serta pertumbuhan sektor pariwisata. IPM Banyuwangi pada 2025 tercatat sebesar 75,17, meningkat dari 74,30 pada 2024, dan melampaui target yang telah ditetapkan.
Selain itu, persentase penduduk miskin di Banyuwangi juga mengalami penurunan. Pada 2024, angka kemiskinan tercatat 6,54 persen, dan turun menjadi 6,13 persen pada 2025. Rasio ketimpangan atau Indeks Gini juga membaik, dari 0,312 pada 2024 menjadi 0,290 pada 2025.
Dari sisi ekonomi, Banyuwangi mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada 2025, meningkat dari 4,68 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan sebesar 0,97 poin persentase ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun nasional. “Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menjadi capaian pertumbuhan tertinggi selama periode 2021–2025,” kata Ipuk.
Sektor pariwisata Banyuwangi juga menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara naik dari 3,28 juta orang pada 2024 menjadi 3,50 juta orang pada 2025. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara meningkat dari 122,90 ribu orang menjadi 166,99 ribu orang. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas ekonomi daerah, khususnya pada sektor jasa dan pariwisata.
Banyuwangi juga meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional sepanjang 2025, termasuk penghargaan sebagai Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam penilaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2024. Selain itu, Banyuwangi dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif seluruh Indonesia dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Di bidang digitalisasi pemerintahan, Banyuwangi mencatat indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 4,87, menjadikannya pemerintah daerah dengan nilai SPBE terbaik di Indonesia. Ipuk menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat di Banyuwangi. “Semua ini merupakan hasil kinerja dan sinergi Pemerintah Daerah beserta DPRD, serta seluruh jajaran Forpimda, instansi vertikal, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta semua elemen masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.
Ipuk berharap kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah pada tahun-tahun berikutnya.




















