Headline.co.id, Jakarta ~ Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana di Sumatra mempercepat upaya pembersihan lumpur dan rehabilitasi lahan sawah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga akhir Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memulihkan fungsi fasilitas publik dan menjaga ketahanan pangan dengan mempercepat pemulihan kehidupan petani lokal.
Menurut data resmi Satgas PRR per Sabtu (28/3/2026), pembersihan lumpur di wilayah terdampak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Provinsi Sumatera Barat mencatatkan progres tercepat dengan menyelesaikan pembersihan di seluruh titik terdampak. “Pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan di sejumlah titik terdampak,” tulis keterangan resmi Satgas PRR, Minggu (29/3/2026).
Di Provinsi Aceh, dari total 476 lokasi yang menjadi target, sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara 80 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Di Provinsi Sumatera Utara, dari 24 lokasi yang menjadi target, sebanyak 20 lokasi telah tuntas ditangani. Sementara itu, Sumatera Barat telah menyelesaikan 100 persen proses pembersihan pada 29 lokasi yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Selain pembersihan infrastruktur, Satgas PRR juga memfokuskan sasarannya pada sektor pertanian. Hingga saat ini, total sasaran rehabilitasi sawah di tiga provinsi tersebut mencapai 42.702 hektare. Dari luasan tersebut, sejumlah 991 hektare telah berhasil direhabilitasi dan 5.333 hektare lainnya sedang dalam proses penanganan.
Rincian capaian rehabilitasi lahan sawah adalah sebagai berikut: Provinsi Aceh, dari target 31.464 hektare, sejumlah 42 hektare telah rampung direhabilitasi. Sumatera Utara, dari target 7.336 hektare, sejumlah 170 hektare telah berhasil dipulihkan. Sumatera Barat, dari target 3.902 hektare, sejumlah 779 hektare telah selesai ditangani.
Pemerintah menegaskan bahwa rehabilitasi sawah merupakan prioritas utama dalam fase rekonstruksi ini guna menjaga stabilitas pasokan beras nasional yang sempat terganggu akibat bencana alam di wilayah Sumatra. Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan di sejumlah titik terdampak.
“Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di dataran rendah. Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatra total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi,” kata Tito dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).























