Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako Tahap I tahun 2026. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, bersama Wakil Bupati kepada warga di Kecamatan Wewewa Timur pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Di Kecamatan Wewewa Timur, sebanyak 3.369 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 19 desa menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp3.716.875.000. Bantuan yang diberikan meliputi PKH berupa bantuan tunai, Bantuan Sembako berupa barang kebutuhan pokok, serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk jaminan kesehatan. Penerima manfaat adalah masyarakat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada tingkat kesejahteraan desil 1 hingga 4, yang merupakan prioritas dalam program perlindungan sosial pemerintah.
Secara keseluruhan, di Kabupaten Sumba Barat Daya pada penyaluran Tahap I Maret 2026, tercatat 29.447 KPM penerima PKH, 46.794 jiwa penerima Bantuan Sembako, serta 284.829 jiwa penerima PBI aktif. Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya, pemerintah kecamatan dan desa, para pendamping PKH, hingga lembaga penyalur seperti PT Pos Indonesia dan Bank BRI.
Pemerintah menilai bahwa kemiskinan adalah masalah kompleks yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Oleh karena itu, program bantuan sosial tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Melalui PKH, keluarga penerima manfaat diwajibkan memenuhi sejumlah komitmen, seperti memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan, termasuk mengunjungi Posyandu bagi ibu hamil dan balita.
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendataan hingga penyaluran bantuan sehingga dapat berjalan lancar, tertib, dan transparan. “Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah. Kami berharap penerima manfaat dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraannya sehingga secara bertahap tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” ujar Bupati. Pemerintah juga mengimbau para penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga serta mematuhi komitmen yang telah ditetapkan, terutama bagi penerima PKH dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Melalui penyaluran bantuan sosial ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap kesejahteraan masyarakat terus meningkat sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.



















