Headline.co.id, Metro ~ Polda Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak sebagai bagian dari upaya nasional. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Polri, Perum Bulog, dan kementerian terkait untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri. Direktur Utama Perum Bulog mengapresiasi dukungan Polri dalam program ini, yang bertujuan untuk menstabilkan harga pangan dan meringankan beban masyarakat.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,9 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 4,2 juta ton pada akhir Maret 2026. “Angka ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka pada periode bulan Maret,” ujarnya. Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan komoditas lain seperti minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.
Wakapolri menyatakan bahwa Gerakan Pangan Murah dilaksanakan oleh 36 Polda dan sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan di Polda Metro Jaya. Dalam kegiatan ini, sekitar 1.337 ton beras disalurkan kepada masyarakat, bersama dengan gula, minyak goreng, tepung, dan bahan pokok lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pelayanan Bakti Kesehatan sebagai bentuk kepedulian Polri.
Kapolda Kepri menegaskan komitmen untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan keamanan di wilayah Kepulauan Riau. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena stok pangan dalam kondisi aman,” jelasnya. Polri bersama pemerintah dan instansi terkait akan terus mengawasi distribusi dan menjaga stabilitas harga.
Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei, mengajak masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian untuk menghubungi Call Center 110 atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan QR Code Yanduan Bidpropam Polda Kepri sebagai sarana pengaduan terkait pelayanan atau perilaku anggota Polri.





















