Headline.co.id, Sleman ~ Majelis Taklim Takmir Masjid (MTTM) Kapanewon/Kecamatan Seyegan mengadakan sarasehan dan buka puasa bersama dengan tema “Pembinaan Remaja Masjid” di Joglo Narto Atmojo, Sleman, pada Senin (9/3/2026). Acara ini dihadiri oleh 30 perwakilan takmir masjid se-Kapanewon Seyegan dan bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta membekali pengurus dalam menyusun proposal bantuan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Afifudin, salah satu pengurus MTTM yang juga anggota DPRD DIY, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat lima masjid di wilayah Seyegan yang akan menerima bantuan dari Pemerintah DIY. Ia menekankan pentingnya persiapan proposal yang cermat oleh pengurus masjid mengingat persyaratan administrasi yang semakin ketat. “Pengurus masjid perlu mempersiapkan proposal dengan baik karena persyaratan administrasi kini semakin ketat,” ujarnya di hadapan peserta.
Afifudin juga menyoroti kurangnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan masjid. Menurutnya, meskipun telah disediakan waktu khusus untuk konsultasi dan pembinaan, kesempatan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pengurus maupun jamaah. “Masjid perlu menjadi wadah pembinaan yang terarah agar generasi muda merasa memiliki ruang untuk berkontribusi dan beraktivitas,” tegasnya.
Ferry Nugroho, narasumber lain dalam acara tersebut, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki bonus demografi dengan sekitar 64 persen penduduk merupakan generasi muda. Namun, ia juga mengingatkan berbagai tantangan sosial yang dihadapi pemuda saat ini, seperti tawuran, klitih, pergaulan bebas, hingga penyimpangan perilaku. “Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim dan sekitar 64 persen merupakan pemuda sebagai bonus demografi, kita justru dihadapkan pada berbagai persoalan seperti tawuran, klitih, pergaulan bebas, hingga penyimpangan perilaku. Ini menjadi tantangan bagi masjid untuk merangkul mereka kembali,” jelas Ferry.
Ia mengajak para pengurus masjid untuk memahami pola pikir generasi muda masa kini serta mengevaluasi komposisi usia jamaah di masjid masing-masing. Melalui forum tersebut, pengurus MTTM menyatakan kesiapan memberikan pendampingan kepada takmir masjid dalam mengembangkan kegiatan remaja masjid. Strategi yang disarankan adalah menghadirkan figur pemuda setempat yang mampu menjadi teladan sekaligus penggerak aktivitas di lingkungan masjid.


















