Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah tengah mempercepat pemulihan Bendung Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Aceh, untuk memastikan aliran air irigasi kembali normal setelah banjir. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan air dari bendung dapat segera mengalir ke sawah-sawah yang masih produktif. Langkah ini penting agar petani tidak kehilangan musim tanam pascabanjir.
“Saat ini masih dalam tahap tanggap darurat, Kementerian PU masih menyiapkan coverdam dan lain-lain. Namun yang utama adalah bagaimana air yang ada di bendung ini bisa segera masuk sampai ke sawah yang di belakang. Alhamdulillah intake-nya sudah selesai, mudah-mudahan air segera mengalir sehingga petani bisa mulai tanam setelah Ramadan,” ujar Menteri PU dalam keterangannya saat meninjau langsung kondisi bendung tersebut. Peninjauan ini dilakukan bersama Bupati Bireuen Mukhlis dan jajaran Kementerian PU untuk memastikan langkah tanggap darurat berjalan cepat dan efektif.
Bendung Pante Lhong merupakan sumber utama air bagi Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong seluas 6.562 hektare (ha). Pascabanjir, sedimentasi tinggi menimbun kantong lumpur, mengganggu operasional pintu pembilas, serta merusak tanggul dan lining saluran irigasi. Debit Sungai Krueng Peusangan yang meningkat juga memicu overtopping sehingga terjadi erosi tebing dan pelebaran sungai dari sekitar 120 meter (m) menjadi 180 m.
Dalam tahap tanggap darurat, Kementerian PU melakukan pembangunan coverdam, normalisasi aliran sungai, serta pembersihan sedimen pada intake dan jaringan irigasi. Langkah tersebut ditujukan untuk memulihkan fungsi bendung dalam waktu cepat. Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan penguatan permanen tanggul kanan dan kiri sungai sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Pekerjaan tersebut direncanakan dilaksanakan secara bertahap dengan skema multiyears guna mencegah kerusakan berulang saat terjadi banjir.
“Kita harus perkuat sisi kanan-kirinya supaya pada saat terjadi banjir lagi tidak sampai menghantam dan melebarkan sungai. Untuk saat ini memang masih tanggap darurat, setelah itu langsung kita mulai penanganan tanggul permanen,” tegas Dody Hanggodo.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan apresiasi atas percepatan penanganan tersebut. Ia menyebut Bendung Pante Lhong menjadi tumpuan utama pengairan bagi petani setempat. “Ada enam saluran irigasi yang rusak dan lebih dari 2.000 hektare sawah terdampak. Mudah-mudahan dalam bulan puasa ini sudah bisa difungsikan kembali sehingga setelah Lebaran petani bisa segera turun ke sawah,” ujar Mukhlis.
Melalui percepatan penanganan darurat dan rencana penguatan permanen infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU optimistis Bendung Pante Lhong dapat kembali berfungsi optimal untuk mendukung produktivitas pertanian hingga dua sampai tiga kali tanam per tahun sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
















