Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pendataan bantuan bagi korban bencana di Sumatra. Hal ini bertujuan agar bantuan dapat disalurkan tepat waktu kepada para penyintas.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) yang berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Selasa (23/2/2026). Tito menekankan pentingnya koordinasi teknis pihak terkait untuk memastikan bantuan segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang bulan Ramadan.
Pemerintah telah menyiapkan beberapa skema bantuan untuk mendukung pemulihan para penyintas. Bantuan perbaikan rumah dibagi menjadi tiga kategori: rumah rusak ringan mendapatkan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta. Bantuan ini disalurkan setiap minggu melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain itu, para penyintas juga akan menerima stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta, bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 per hari. Mendagri Tito berharap agar bantuan tersebut dapat segera diterima oleh para penyintas sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam menjalani ibadah Ramadan.
Tito juga menginstruksikan pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bersinergi dalam mempercepat validasi data guna menghindari keterlambatan penyaluran bantuan. Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.


















