Headline.co.id, Ponorogo ~ Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo di Jawa Timur memanfaatkan kesenian reog sebagai media untuk menyosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas. Langkah ini dilakukan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026. AKP Dewo Wishnu Setya, Kasat Lantas Polres Ponorogo, menjelaskan bahwa pendekatan budaya dipilih agar pesan keselamatan lebih mudah diterima oleh masyarakat. “Dengan pendekatan budaya, pesan keselamatan lebih mudah diterima,” ujar Kasat Lantas, Jumat (13/2/2026).
Menurut AKP Dewo, sosialisasi yang dikemas secara kreatif dianggap lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan berkendara. Dalam pelaksanaan operasi yang telah berlangsung sekitar 10 hari, Satlantas memfokuskan edukasi kepada kalangan pelajar. Hal ini dilakukan karena angka kecelakaan lalu lintas di Ponorogo masih didominasi oleh remaja berusia 16–19 tahun. “Kami fokuskan edukasi kepada pelajar karena angka kecelakaan didominasi usia remaja,” tambahnya.
Selain sosialisasi, petugas juga melakukan penertiban serta memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib dengan membagikan cokelat melalui program yang disebut sebagai pendekatan humanis. AKP Dewo menambahkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm dan melengkapi surat kendaraan mulai menunjukkan peningkatan selama operasi berlangsung.
Namun demikian, penegakan dan edukasi akan terus dilakukan hingga operasi berakhir. AKP Dewo berharap langkah ini dapat menekan angka kecelakaan, khususnya di kalangan remaja, sekaligus menjadi persiapan menjelang Operasi Ketupat. “Kami berharap langkah ini dapat menekan angka kecelakaan,” tutup Kasat Lantas.




















