Headline.co.id, Pemerintah Telah Memulai Penyaluran Bantuan Stimulan Untuk Perbaikan Rumah Yang Mengalami Kerusakan Ringan Dan Sedang Akibat Bencana Hidrometeorologi Di Aceh ~ Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebanyak 17.273 unit rumah mendapatkan alokasi bantuan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk mempercepat pemulihan secara terkoordinasi dan menyeluruh. “Bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik. Ini pelajaran besar bagi kita semua,” ujar Menko Pratikno saat acara penyerahan bantuan di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (13/2/2026).
Menurut data pemerintah, terdapat 9.884 unit rumah rusak ringan dan 7.389 unit rumah rusak sedang di tiga provinsi tersebut. Skema bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Dari sisi alokasi anggaran, Provinsi Aceh menerima sekitar Rp341,5 miliar, Sumatra Utara sekitar Rp10,8 miliar, dan Sumatra Barat sekitar Rp17,7 miliar.
Pratikno menjelaskan bahwa bantuan stimulan ini disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar masyarakat dapat memperbaiki rumahnya secara mandiri dengan pendampingan teknis. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kerja Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) yang dibentuk pemerintah untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Satgas ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, dengan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Tim Satgas serta didukung oleh TNI, Polri, dan BNPB.
Selain bantuan perumahan, pemerintah juga menyediakan berbagai skema dukungan lain, termasuk santunan ahli waris dari Kementerian Sosial, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, serta pemulihan layanan dasar seperti rumah sakit dan sekolah. Menko PMK Pratikno menekankan bahwa bencana hidrometeorologi tidak hanya melanda wilayah Sumatera, tetapi juga sejumlah provinsi lain seperti Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, serta beberapa wilayah di Pulau Jawa.
Di Jawa Tengah, misalnya, sekitar 800 rumah harus direlokasi akibat kerusakan parah di satu kecamatan. “Skalanya memang sangat besar. Karena itu seluruh kekuatan pemerintah dikerahkan untuk membantu masyarakat,” katanya. Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan sumber-sumber penghidupan masyarakat, mulai dari sawah, kebun, tambak, hingga pasar tradisional, agar warga terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara normal.
Menurut Pratikno, percepatan pemulihan dilakukan secara paralel perbaikan infrastruktur, layanan publik, dan dukungan sosial ekonomi. Ia meminta masyarakat bersabar sembari proses rehabilitasi terus berjalan. “Harapannya masyarakat bisa segera memperbaiki rumah, kembali ke rumah masing-masing, dan hidup normal kembali,” ujarnya. Pemerintah memastikan proses pembangunan hunian tetap terus dilanjutkan, sementara layanan kesehatan dan pendidikan dipercepat agar aktivitas sosial masyarakat segera pulih.



















