Headline.co.id, Brebes ~ Jakarta. Polresta Cirebon telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik jalan berlubang di Jalur Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Langkah ini diambil menjelang arus mudik Lebaran dan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Pelaksana Harian (Plh) Kasatlantas Polresta Cirebon, AKP Hadi Surianto, menyatakan bahwa pemetaan dilakukan melalui survei lapangan dengan menyisir jalur utama Pantura serta beberapa ruas pendukung yang sering dilalui kendaraan logistik dan pemudik.
Di jalur arteri Pantura, ditemukan lubang dan kerusakan ringan di wilayah timur Kabupaten Cirebon, terutama pada ruas Gebang hingga Losari. “Di Pantura, penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem. Kemudian kendaraan-kendaraan besar yang melintas di jalur Pantura juga menjadi faktor yang mempercepat kerusakan jalan,” ujar Kasatlantas, Rabu (11/2/2026). Meskipun kerusakan jalan didominasi lubang dengan kategori rusak ringan, hal ini tetap berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, pihaknya juga telah mendata beberapa ruas jalan kabupaten dan alternatif seperti Jalan Ir Soekarno Talun yang berlubang, Susukan Bunder, serta penghubung Karangwareng dan Karangsembung yang mengalami kerusakan ringan. Lebih lanjut, Kasatlantas menjelaskan bahwa petugas juga melakukan penyisiran dari wilayah Susukan hingga Losari yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk mendata titik berlubang yang belum tertangani.
Pendataan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah titik di ruas tol arah Jakarta menuju Jawa Timur masih menjadi perhatian, seperti pada KM 221, 227, 229, 230, dan 232. “Sebagai langkah awal pengamanan, kami telah memberi tanda di titik berlubang menggunakan cat semprot berwarna mencolok agar mudah terlihat, terutama pada malam hari dan saat hujan,” jelas Kasatlantas. Hingga Januari 2026, belum ada laporan kecelakaan lalu lintas yang secara khusus disebabkan oleh jalan berlubang.
Polresta Cirebon juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan pengelola tol, yang menargetkan perbaikan jalan nasional serta ruas tol selesai paling lambat 6 Maret 2026 sebelum puncak arus mudik. “Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintasi Jalur Pantura Cirebon, mengurangi kecepatan di titik perbaikan, dan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kasatlantas.






















