Headline.co.id, Malang ~ Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan mencapai swasembada pangan nasional dalam tiga tahun mendatang. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2/2026).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah pilar utama bagi kemandirian bangsa. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan ekosistem pertanian berjalan adil dan mendukung petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional. Dalam hal ini, Presiden menyoroti langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pupuk nasional. Pemerintah mengambil alih kendali distribusi pupuk untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, dan harga yang terjangkau bagi petani di seluruh Indonesia. “Pemerintah sudah buktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani, dengan adil, dan dengan cukup, dan dengan harga yang kita turunkan,” ujar Presiden.
Kebijakan ini berkontribusi pada peningkatan kinerja produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produksi beras Indonesia dari Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini sejalan dengan proyeksi FAO dan USDA yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton, menjadikannya yang tertinggi di ASEAN.
Peningkatan produksi ini berdampak langsung pada penguatan cadangan pangan nasional. Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas capaian stok beras nasional yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. “Alhamdulillah pertama kali dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah republik Indonesia,” ujarnya.
Sepanjang 2025, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,25 juta ton dan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah. Memasuki awal 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah dan masyarakat tercatat mencapai 12,53 juta ton, meningkat 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan nasional.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase penting dalam perjalanan swasembada pangan. Keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk mencapai kemandirian komoditas pangan strategis lainnya. “Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, produksi jagung nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan angka tetap Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024. BPS juga memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain meningkatkan produksi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan sektor pangan adalah memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah bertekad menjaga stabilitas harga pangan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. “Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” imbuh Presiden.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus memperkuat fondasi produksi pangan nasional. Menurutnya, capaian swasembada yang telah diraih dan target swasembada pangan menyeluruh dalam tiga tahun ke depan merupakan hasil dari kerja kolektif yang berbasis pada kebijakan pro-petani dan penguatan produksi dari hulu hingga hilir. “Bapak Presiden Prabowo memberikan arahan yang sangat jelas dan tegas bahwa pangan adalah prioritas nasional. Kami memastikan seluruh kebijakan produksi, distribusi, hingga pendampingan petani berjalan sejalan dengan arahan tersebut, agar swasembada pangan dapat kita jaga secara berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,” ujar Mentan Amran.






















