Headline.co.id, Menteri Komunikasi Dan Digital ~ Meutya Hafid, menekankan pentingnya akses setara bagi anak perempuan ke teknologi sebagai kunci pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan. Dalam acara AWS Girls’ Tech Day di Bekasi pada Sabtu, 7 Februari 2026, Meutya menyatakan bahwa peningkatan partisipasi perempuan di bidang sains dan teknologi bukan hanya isu kesetaraan, tetapi juga esensial untuk memenuhi kebutuhan 12 juta talenta digital pada tahun 2030. Saat ini, Indonesia masih kekurangan sekitar 3 juta talenta digital.
Meutya menegaskan bahwa tantangan ini tidak akan teratasi tanpa membuka akses yang lebih luas dan adil bagi anak perempuan untuk belajar, berkembang, dan berkarier di bidang teknologi. “Kita harus memastikan bahwa anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid.
Fenomena _leaky pipeline_ atau berkurangnya jumlah perempuan yang berkarier di sektor teknologi menjadi perhatian Menkomdigi. Data menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam pelatihan digital mencapai 36 persen, namun hanya sekitar 17 persen yang melanjutkan karier profesional di bidang teknologi. “Kita harus mengatasi hambatan yang menghalangi perempuan untuk maju di bidang ini,” tegasnya.
Visi kementerian melalui slogan “Terhubung, Tumbuh, Terjaga” menjadi fondasi untuk mengatasi masalah ini. Terhubung berarti membuka akses pengetahuan bagi anak perempuan, Tumbuh berarti mengembangkan talenta, serta Terjaga berarti menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif. Meutya menjelaskan bahwa faktor struktural sering kali menghambat perempuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), seperti stereotip gender, kurangnya rasa aman, dan minimnya role model.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga ruang digital agar tetap ramah bagi perempuan dan anak. Menkomdigi mengapresiasi program AWS Girls’ Tech Day sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dengan industri. Program ini memberikan pengalaman belajar kecerdasan artifisial (AI), coding, dan robotika kepada 400 siswi dari jenjang SD hingga SMA. “Kalian adalah masa depan ekonomi digital Indonesia,” pesan Meutya kepada para siswi peserta program.
Sinergi pemerintah dan industri diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta digital perempuan yang akan membawa Indonesia menjadi kekuatan utama ekonomi digital di dunia.


















