Headline.co.id, Batang ~ Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan peringatan tegas kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayahnya. Dalam pertemuan dengan jajarannya, Faiz menegaskan bahwa kepala OPD yang tidak mencapai target kinerja harus siap untuk diganti. Menurutnya, jabatan bukanlah posisi tetap, melainkan tanggung jawab yang harus diukur dengan indikator kinerja utama (KPI).
“Semua jabatan itu tergantung performance. Kepala dinas dinilai dari KPI-nya. Kalau tidak achieve KPI, pilihannya jelas, be or not to be. Mau jadi atau tidak. Kalau tidak siap, ya sudah, tidak usah ambil jabatan,” ujar Faiz saat ditemui di kantornya pada Jumat (6/2/2026).
Faiz menekankan bahwa kepala dinas harus berbeda dengan jabatan politik yang dievaluasi setiap lima tahun. Dalam birokrasi, pencapaian program harian menjadi penentu utama. Ia juga mengkritik fenomena OPD yang hanya fokus pada penyerapan anggaran tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Masih banyak yang kerja hanya untuk belanja. Ini harus diubah. Salah satu poin yang menjadi perhatian serius adalah kepekaan lapangan. Jangan hanya duduk di balik meja dan baru bergerak saat media sosial ramai atau warga berteriak protes,” tegasnya.
Faiz mencontohkan beberapa fasilitas publik yang terbengkalai, seperti keramik pecah dan jalan berlubang di Jalan Ahmad Yani yang lamban ditangani. Ia menekankan pentingnya proaktif dalam menangani masalah, seperti lampu penerangan yang mati, tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.
Kritik juga diarahkan pada kebersihan di Jalur Pantura yang dinilai masih memprihatinkan. Faiz menyayangkan tumpukan sampah dan sisa material perbaikan jalan yang dibiarkan menumpuk selama berbulan-bulan. “Saya masih melihat di jalur Pantura, dua sampai tiga bulan belum dibersihkan. Bekas penanganan banyak sampah menumpuk,” tuturnya.
Sektor perhubungan juga menjadi sorotan. Bupati meminta Dinas Perhubungan lebih tegas dalam menertibkan lalu lintas, terutama di titik-titik krusial yang sering memakan badan jalan. “Tidak boleh ada parkir di exit tol Kandeman. Di Jalan Ahmad Yani juga masih banyak parkir sembarangan sampai makan badan jalan,” ungkapnya.
Di balik ketegasannya, Faiz memiliki misi besar untuk menjadikan Kabupaten Batang mandiri secara fiskal. Ia menekankan pentingnya kenyamanan dan ketertiban daerah agar dapat menarik investor dan wisatawan. “Kuncinya satu, daerah ini harus mandiri secara fiskal. Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus tinggi. Optimalisasi pajak di sektor hiburan, restoran, hingga PBB. Kalau daerahnya tidak bagus, tidak tertata, bagaimana orang mau datang ke sini,” ujarnya.
Sebagai penutup, Faiz berpesan agar manajemen komunikasi di setiap instansi diperbaiki. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian dan pelayanan yang baik. “Saya tidak menuntut semuanya langsung dikerjakan. Tapi minimal dijawab dengan baik, dijelaskan dengan benar, regulasinya disampaikan. Respon cepat itu penting. Segera ditindaklanjuti dan dijelaskan. Itu yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)





















