Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengimbau pemerintah daerah untuk segera memperbarui data kemiskinan secara akurat dan proaktif. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden tragis yang menimpa seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pernyataan ini disampaikan Wamensos melalui keterangan resmi pada Jumat (6/2/2026).
Wamensos Agus Jabo menekankan pentingnya data kemiskinan yang valid dari tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. “Kalau datanya tidak akurat, negara bisa terlambat hadir dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya. Ia meminta dinas sosial di daerah untuk proaktif dalam mendata warga kurang mampu agar intervensi bantuan pemerintah dapat sesuai dengan kebutuhan.
Merujuk pada tragedi di NTT, Wamensos menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah strategis melalui Program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang khusus untuk mengatasi masalah akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dan miskin ekstrem, agar mereka tidak terbebani biaya sekolah. “Khusus untuk NTT, di sinilah kemudian Pak Presiden memerintahkan atau membuat Program Sekolah Rakyat itu dalam rangka menjawab masalah-masalah seperti ini,” kata Agus.
Ia meyakini bahwa jika program tersebut dapat menjangkau seluruh siswa dari keluarga kurang mampu, tragedi serupa seharusnya dapat dicegah. Sebelumnya, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000.




















