Headline.co.id, Jakarta ~ Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah meluncurkan sejumlah program prioritas untuk menggerakkan perekonomian nasional. Pernyataan ini disampaikan Friderica dalam sambutannya pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Friderica menegaskan bahwa program prioritas pemerintah telah berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sangat impresif. “Program-program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian kita,” ujar Friderica.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia pada tahun 2025, berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku, mencapai Rp23.821,1 triliun. PDB per kapita tercatat sebesar Rp83,7 juta atau setara dengan USD 5.083,4. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 mencapai 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 5,03 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen. Pada triwulan IV-2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen dibandingkan triwulan IV-2024 (y-on-y). Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi dicapai oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,98 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,12 persen.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 dibandingkan triwulan III-2025 mencapai 0,86 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,59 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 37,68 persen.
Secara spasial, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen (c-to-c) selama tahun 2025.



















