Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya hanya ditujukan untuk anak sekolah, kini juga menyasar lansia dan penyandang disabilitas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa perluasan ini merupakan hasil kesepakatan dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, untuk memberikan intervensi gizi berkelanjutan kepada kelompok rentan.
“SPPG yang dikelola BGN di daerah nantinya tidak hanya menyiapkan makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah, tetapi juga melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai dengan data yang kami siapkan,” ujar Saifullah Yusuf pada Rabu (4/2/2026). Proses penetapan penerima manfaat MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas akan dilakukan melalui asesmen berbasis data dari Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, yang kemudian disahkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan kepada BGN.
Sasaran utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal sendirian serta penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi harian. Selain memperluas layanan dapur, program MBG ini juga akan diperkuat dengan penyediaan tenaga pendamping atau caregiver yang akan dilatih secara bertahap untuk mendukung distribusi dan pendampingan di lapangan.
Dalam skema pembagian peran, BGN bertanggung jawab atas penyediaan makanan dan pengelolaan anggaran, sementara Kementerian Sosial menyiapkan petugas lapangan, sistem distribusi, serta pendampingan bagi lansia dan penyandang disabilitas penerima manfaat. “Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan,” terang Menteri Sosial.























