Headline.co.id, Kubu Raya ~ Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meresmikan jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Padang Tikar hingga Desa Tanjung Harapan di Kecamatan Batu Ampar. Pembangunan jalan ini bertujuan untuk mempermudah distribusi barang dan jasa serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun.
Jalan poros ini memiliki panjang sekitar 80 kilometer dan menghubungkan beberapa wilayah, termasuk Padang Tikar 1, Padang Tikar 2, Teluk Nibung, Medan Mas, Tasik Malaya, Sungai Besar, Sungai Jawi, Ambarawa, hingga Tanjung Harapan. Pembangunan jalan tersebut menelan biaya sebesar Rp2,5 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kubu Raya.
Bupati Sujiwo menyatakan bahwa pembangunan jalan poros ekonomi ini diharapkan selesai dalam waktu dekat. Ia optimistis bahwa pada tahun mendatang seluruh ruas jalan dapat diselesaikan dengan penambahan anggaran. “Pada tahun depan direncanakan penambahan anggaran sekitar Rp2 miliar, dengan rincian Rp1,5 miliar untuk pengerjaan ruas Padang Tikar 1 dan Padang Tikar 2, serta sekitar Rp400 juta untuk pemeliharaan jalan. Mudah-mudahan ruas ini semakin sempurna dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya saat peresmian di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Batu Ampar, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan bahwa untuk ruas jalan yang menghubungkan Medan Mas, Nipah Panjang, Teluk Nibung, hingga Batu Ampar, pemerintah daerah menargetkan penyelesaian penuh pada tahun depan. Saat ini, pekerjaan infrastruktur jalan tersebut masih menyisakan sekitar 20 persen.
Menurut Sujiwo, keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan ini tidak terlepas dari dukungan dan kemitraan dengan DPRD Kabupaten Kubu Raya. “Keberhasilan pembangunan ini juga merupakan keberhasilan DPRD. Pemerintah daerah adalah bupati bersama DPRD yang saling bersinergi untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Dengan tersambungnya jalan poros ekonomi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap aktivitas perekonomian masyarakat Batu Ampar semakin lancar, biaya distribusi hasil pertanian dan perkebunan dapat ditekan, serta kesejahteraan warga meningkat secara berkelanjutan.























