Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Kabupaten Agam berupaya memperkuat pemulihan sosial dan mental masyarakat pascabencana. Bupati Agam, Benni Warlis, memberikan siraman rohani dan penguatan iman kepada warga saat menjadi khatib Jumat di Masjid Syuhada, Kecamatan Palembayan, pada Jumat (23/1/2026).
Dalam khutbahnya, Bupati Benni Warlis menekankan bahwa masyarakat Kabupaten Agam tidak sendirian dalam menghadapi bencana alam. Ia menyatakan bahwa berbagai elemen telah hadir untuk membantu, termasuk relawan, TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat dari berbagai daerah. “Mari kita bersabar, menguatkan iman dan keyakinan, serta selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Musibah ini kita hadapi bersama, dengan saling menguatkan,” ujar Benni Warlis di hadapan jemaah.
Khutbah Jumat tersebut mengangkat pesan dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 155, yang menyatakan bahwa Allah SWT menguji hamba-Nya dengan berbagai cobaan, seperti rasa takut, kekhawatiran, kehilangan harta, jiwa, dan berkurangnya persediaan pangan. Menurut Bupati, ayat tersebut relevan dengan kondisi yang saat ini dirasakan masyarakat Agam pascabencana.
Ia menjelaskan bahwa hujan deras yang masih terjadi menimbulkan kekhawatiran akan longsor dan banjir susulan. Dampak bencana juga dirasakan melalui hilangnya harta benda, korban jiwa, serta terganggunya ketahanan pangan masyarakat. “Kekhawatiran ini bukan hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga pemerintah, dari tingkat nagari hingga pusat. Kita semua merasakan duka yang sama,” ujarnya.
Namun demikian, Benni Warlis menekankan bahwa musibah tersebut merupakan ujian sekaligus bukti kebesaran Allah SWT. Di balik kesedihan, tumbuh hikmah berupa meningkatnya ukhuwah, solidaritas, dan kepedulian antar sesama. “Melalui musibah ini, Allah SWT menggerakkan hati saudara-saudara kita untuk datang membantu. Masyarakat Palembayan tidak sendiri. Bantuan telah hadir, mulai dari alat berat, logistik, sandang, pangan, hingga dukungan lainnya,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa tanda-tanda kebesaran Allah SWT tidak hanya tercermin dalam wahyu, tetapi juga dalam setiap peristiwa yang terjadi di muka bumi, termasuk musibah yang menimpa Kabupaten Agam. “Semua kejadian berada dalam genggaman Allah SWT. Ini adalah ujian ketabahan dan kesabaran bagi kita semua,” katanya.
Mengakhiri khutbahnya, Benni Warlis mengajak masyarakat menjadikan kesabaran dan keteguhan iman sebagai kekuatan untuk bangkit dan membangun kembali daerah. Ia berharap ketabahan masyarakat menjadi amal jariyah dan memperkuat kebersamaan dalam proses pemulihan. Khutbah Jumat tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Agam, dipanjatkan bagi para korban bencana dan seluruh masyarakat terdampak di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.





















