Headline.co.id, Pemerintah Aceh Menegaskan Komitmennya Untuk Memulihkan Ekonomi Masyarakat Yang Terdampak Bencana Hidrometeorologi ~ seperti banjir dan tanah longsor, yang terjadi pada akhir November 2025. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyatakan bahwa pemulihan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor dan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi terkait, untuk bekerja sama memperbaiki struktur ekonomi yang terdampak.
Dalam rapat bersama pimpinan BUMD dan instansi terkait di Posko Tanggap Darurat Bencana Pemerintah Aceh pada Senin, 12 Januari 2026, M. Nasir mengungkapkan bahwa bencana tersebut telah menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan produktif. Data menunjukkan bahwa 56.652 hektare sawah dan 100.376 hektare lahan perkebunan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
Selain itu, sektor perikanan juga mengalami kerugian besar. Banyak tambak ikan milik warga yang rusak, dan angka kematian ternak ikan meningkat akibat banjir serta gangguan operasional tambak karena matinya aliran listrik. M. Nasir menyoroti bahwa kondisi ekonomi di beberapa daerah sempat lumpuh total, terutama di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, yang perekonomiannya terhenti akibat bencana.
Untuk wilayah dataran tinggi, Pemerintah Aceh memprioritaskan perbaikan infrastruktur ekonomi di sektor pasar. Fokus utama adalah memulihkan ekonomi pasar di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues agar jalur perdagangan masyarakat dapat kembali normal. “Kami berharap dengan perbaikan ini, aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih,” ujar M. Nasir.




















