Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Aceh saat ini sedang mempercepat pemulihan layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak November 2025. Fokus utama pemulihan adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia yang sempat lumpuh total akibat bencana tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua Health Emergency Operational Center (HEOC), Ferdiyus, SKM, M.Kes., menyatakan bahwa hingga Januari 2026, proses pemulihan RSUD Muda Sedia masih berlangsung. Tahap pembersihan sisa material lumpur di seluruh area rumah sakit menjadi prioritas utama.
“Pembersihan lumpur masih terus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses jalan, halaman rumah sakit, hingga ruang-ruang pelayanan dan perawatan pasien yang terdampak karena area rumah sakit yang luas,” ujar Ferdiyus.
Selain pembersihan, pemerintah juga melakukan pengeboran sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah sakit. Ferdiyus menjelaskan bahwa fasilitas air bersih RSUD Muda Sedia mengalami kerusakan parah, sementara operasional layanan kesehatan sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.
“Sumur bor sudah selesai dikerjakan oleh petugas gabungan. Ini menjadi solusi sementara agar pelayanan medis tetap bisa berjalan di tengah proses pemulihan,” tambahnya.
Proses pemulihan RSUD Muda Sedia melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), unsur TNI dan Polri, serta relawan setempat. Ferdiyus menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi warga terdampak.
“Saat ini yang sudah beroperasi adalah rawat inap dan poliklinik, meski masih dalam kondisi terbatas dan alat medis yang belum lengkap, RSUD Muda Sedia tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang masih dapat digunakan,” tutup Ferdiyus.




















