Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
Home Religi

Jejak Kepemimpinan Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Panglima Amanah Penakluk Wilayah Syam

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Religi
Reading Time: 5 mins read
411 12
A A
0
Ilustrai gambar kepemimpinan Abu Ubaidah bin al-Jarrah

Ilustrasi gambar (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Abu Ubaidah bin al-Jarrah kembali menjadi sorotan sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah Islam karena keteladanan kepemimpinannya yang jujur, sederhana, dan penuh tanggung jawab. Sosok sahabat Nabi Muhammad SAW ini dikenal sebagai panglima besar yang memimpin pembebasan wilayah Syam—meliputi Suriah, Palestina, Lebanon, dan Yordania—dengan pendekatan humanis dan perlindungan terhadap warga sipil. Selain itu, ia menyandang gelar kehormatan “Aminul Ummah” atau Kepercayaan Umat yang diberikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Kajian mengenai keteladanan Abu Ubaidah kembali diulas pada Selasa (20/1/2026) berdasarkan rujukan dari Dar al-Ifta Mesir, riset Universitas Al-Azhar, serta literatur sirah klasik.

Kiprah Abu Ubaidah tidak hanya tercatat dalam keberhasilan militer, tetapi juga dalam konsistensi menjaga nilai moral dan etika kepemimpinan. Ia menjadi contoh bahwa kekuasaan dapat berjalan seiring dengan kesederhanaan dan kasih sayang terhadap sesama.

You might also like

Foto ustadz Ahmad Rikza AlBana Al-Hafidz yang merupakan Mudir Kulliyah Huffadz Universitas Alma Ata

Soroti Krisis Global, Ustadz Ahmad Rikza Tekankan Pentingnya Ikhtiar dan Doa di Bulan Ramadhan

3 March 2026
Prof Maragustam menyampaikan ceramah di Masjid Daarul Muttaqin Universitas Alma Ata

Prof Maragustam: Seimbangkan Kekuatan Berpikir, Jiwa, dan Ambisi untuk Cegah Kerusakan

2 March 2026

Profil dan Gelar “Aminul Ummah”

Abu Ubaidah bin al-Jarrah memiliki nama asli Amir bin Abdullah bin al-Jarrah. Ia termasuk generasi awal yang memeluk Islam setelah mendapatkan ajakan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sejak awal masuk Islam, ia dikenal memiliki keteguhan iman yang kuat serta integritas yang tidak mudah tergoyahkan.

Dalam perjalanan hidupnya, Abu Ubaidah pernah menghadapi ujian berat yang menuntut pilihan antara ikatan keluarga dan ketaatan kepada agama. Sikapnya yang tegas dalam mempertahankan prinsip keimanan semakin memperkuat reputasinya sebagai pribadi yang dapat dipercaya.

Gelar “Aminul Ummah” diberikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan atas sifat amanah dan kejujuran Abu Ubaidah. Melansir Lembaga Fatwa Mesir (Dar al-Ifta), Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa setiap umat memiliki orang kepercayaan, dan bagi umat Islam, sosok tersebut adalah Abu Ubaidah. “Setiap umat memiliki orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah,” demikian makna sabda Nabi sebagaimana dikutip Dar al-Ifta.

Gelar tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan cerminan dari konsistensi Abu Ubaidah dalam mengelola urusan penting negara, termasuk keuangan dan informasi strategis. Meski memegang jabatan tinggi, ia tetap hidup sederhana dan menjauhi kemewahan.

Kepemimpinan yang Rendah Hati dan Tidak Haus Kekuasaan

Dalam keseharian, Abu Ubaidah dikenal sangat rendah hati dan tidak menunjukkan ambisi kekuasaan. Ia lebih menempatkan amanah sebagai tanggung jawab moral daripada sebagai sarana memperoleh kehormatan pribadi.

Kesederhanaan itu tercermin dari gaya hidupnya yang apa adanya. Ia tidak memanfaatkan posisi strategis untuk menumpuk kekayaan atau fasilitas berlebihan. Sikap tersebut membuatnya dicintai oleh sesama sahabat dan dihormati oleh masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.

Keteladanan ini menjadi salah satu alasan mengapa kepemimpinan Abu Ubaidah sering dijadikan rujukan tentang bagaimana seorang pejabat publik seharusnya bersikap: mengutamakan kepentingan umat, menjunjung kejujuran, serta menjaga integritas dalam setiap keputusan.

Keberanian dan Pengorbanan di Medan Perang

Di medan pertempuran, Abu Ubaidah dikenal sebagai sosok yang selalu berada di garis depan. Ia tidak hanya memimpin dari belakang, tetapi turut merasakan langsung risiko dan kesulitan yang dihadapi pasukannya.

Salah satu peristiwa yang paling dikenang terjadi pada Perang Uhud. Dalam situasi genting, ketika cincin besi menancap di pipi Nabi Muhammad SAW, Abu Ubaidah dengan berani mencabutnya menggunakan giginya sendiri hingga giginya tanggal. Tindakan ini menjadi simbol pengorbanan dan kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah.

Keberanian tersebut tidak berhenti pada satu peristiwa. Sepanjang perjalanan militernya, Abu Ubaidah dikenal konsisten menjaga keselamatan pasukan dan menjunjung etika perang.

Panglima Besar Penakluk Wilayah Syam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Abu Ubaidah mendapat amanah besar sebagai panglima tertinggi pasukan Islam di wilayah Syam pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Ia menggantikan Khalid bin Walid tanpa adanya konflik atau persaingan pribadi.

Pergantian kepemimpinan itu justru memperlihatkan kedewasaan sikap Abu Ubaidah. Ia mampu bekerja sama secara harmonis dengan Khalid bin Walid demi menjaga stabilitas dan efektivitas pasukan.

Melansir riset sejarah Universitas Al-Azhar, gaya kepemimpinan Abu Ubaidah dinilai sangat manusiawi. Saat membebaskan kota-kota besar seperti Damaskus dan Yerusalem, ia memastikan agar tidak ada warga sipil yang disakiti dan rumah ibadah tetap dilindungi. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan militer dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

Kedekatan dengan Abu Bakar dan Umar bin Khattab

Hubungan Abu Ubaidah dengan para Khulafaur Rasyidin terjalin sangat erat. Saat proses penentuan pemimpin setelah wafatnya Nabi, namanya sempat diusulkan sebagai khalifah. Namun, ia dengan rendah hati menolak dan memilih mendukung Abu Bakar Ash-Shiddiq demi menjaga persatuan umat.

Kedekatannya dengan Umar bin Khattab juga menjadi catatan penting dalam sejarah. Umar menaruh kepercayaan besar kepada Abu Ubaidah dan menyebutnya sebagai salah satu figur paling layak memimpin umat.

Mengutip dokumentasi sejarah di Islamweb, Umar pernah mengunjungi rumah Abu Ubaidah di wilayah Syam dan menangis melihat kondisi rumah yang sangat sederhana. Di rumah panglima besar itu hanya terdapat pedang, perisai, dan pelana kuda. Kesederhanaan tersebut memperkuat citra Abu Ubaidah sebagai pemimpin yang konsisten antara perkataan dan perbuatan.

Loyalitas terhadap Kepemimpinan dan Ketelitian dalam Tugas

Sebagai panglima wilayah, Abu Ubaidah dikenal sangat setia terhadap instruksi pemimpin pusat di Madinah. Ia menjalankan setiap amanah dengan teliti dan penuh tanggung jawab.

Namun, loyalitas tersebut tidak menghilangkan sikap kritis yang konstruktif. Ia tetap berani memberikan masukan apabila menemukan kebijakan yang menurutnya perlu disempurnakan. Sinergi antara kepemimpinan pusat dan daerah inilah yang memperkuat fondasi pemerintahan Islam pada masa awal perkembangannya.

Wafat Saat Bertugas di Tengah Wabah Amwas

Perjalanan hidup Abu Ubaidah berakhir ketika wabah penyakit menular yang dikenal sebagai Wabah Amwas melanda wilayah Syam pada tahun 639 Masehi atau 18 Hijriah. Dalam situasi tersebut, Khalifah Umar bin Khattab sempat memintanya kembali ke Madinah demi keselamatan pribadi.

Namun, Abu Ubaidah menolak permintaan tersebut. Ia merasa tidak pantas menyelamatkan diri sementara pasukannya menghadapi risiko besar akibat wabah. Keputusan ini kembali menegaskan komitmennya terhadap amanah dan solidaritas.

Pesan Terakhir dan Warisan Keteladanan

Mengacu pada catatan Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisham, menjelang wafat Abu Ubaidah sempat menyampaikan pesan kepada umat Islam agar senantiasa menjaga shalat, memperbanyak sedekah, serta saling menasihati dalam kebaikan.

Wafatnya Abu Ubaidah menjadi duka mendalam bagi umat Islam karena kehilangan sosok pemimpin yang bersih hati dan konsisten dalam prinsip. Hingga kini, namanya tetap dikenang sebagai simbol kepemimpinan yang berakhlak mulia, amanah, dan mengutamakan kemaslahatan umat.

Warisan terbesar Abu Ubaidah bukanlah kekayaan atau luasnya wilayah kekuasaan, melainkan nilai kejujuran, kesederhanaan, dan tanggung jawab moral yang terus relevan dalam praktik kepemimpinan di berbagai bidang.

Tags: Abu UbaidahAbu Ubaidah bin al-JarrahCerita IslamPanglima Perang
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Foto ustadz Ahmad Rikza AlBana Al-Hafidz yang merupakan Mudir Kulliyah Huffadz Universitas Alma Ata

Soroti Krisis Global, Ustadz Ahmad Rikza Tekankan Pentingnya Ikhtiar dan Doa di Bulan Ramadhan

by Hendrawan
3 March 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Ceramah sebelum Sholat Tarawih di Masjid Daarul Muttaqin Universitas Alma Ata menghadirkan Ustadz Ahmad Rikza AlBana Al-Hafidz...

Prof Maragustam menyampaikan ceramah di Masjid Daarul Muttaqin Universitas Alma Ata

Prof Maragustam: Seimbangkan Kekuatan Berpikir, Jiwa, dan Ambisi untuk Cegah Kerusakan

by Hendrawan
2 March 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kultum sebelum Sholat Tarawih di Masjid Daarul Muttaqin Universitas Alma Ata menghadirkan Prof. Maragustam, MA, Guru Besar...

Bagaimana hukum Junub memasuki waktu Imsak dan sholat subuh

Habis Berhubungan Apakah Boleh Puasa? Ini Penjelasan Fikih soal Junub, Dalil, dan Konsekuensinya di Bulan Ramadan

by Hendrawan
1 March 2026
0

Habis Berhubungan Apakah Boleh Puasa? Ini Penjelasan Fikih soal Junub, Dalil, dan Konsekuensinya di Bulan Ramadan ~ Headline.co.id, Jakarta. Pertanyaan...

Khutbah jumat di masjid alma ata

Khutbah Jumat di Masjid Darul Muttaqin Alma Ata Tekankan Takwa sebagai Fondasi Kebaikan Saat Ramadhan

by Hendrawan
27 February 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Khutbah Jumat di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata menekankan pentingnya takwa sebagai fondasi kebaikan dan momentum...

Prof. Abdul Mustaqim menyampaikan ceramah sebelum sholat tarawih di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata

Ceramah Prof Abdul Mustaqim di Alma Ata Ungkap Lima Tujuan Pokok Al-Qur’an

by Hendrawan
27 February 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Prof. Abdul Mustaqim, pakar tafsir maqashidi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyampaikan ceramah sebelum salat tarawih di...

Misroh Ahmadi: Beribadah dengan Jiwa dan Raga, Niat Sederhana Jadi Kunci Nilai Amal

Misroh Ahmadi: Beribadah dengan Jiwa dan Raga, Niat Sederhana Jadi Kunci Nilai Amal

by Hendrawan
25 February 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kultum Ramadhan yang digelar di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata menghadirkan dosen Pendidikan Agama Islam, K....

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

House of Padel Aktivitas Olahraga Baru di Agora Mall

House of Padel di Jakarta: Fasilitas Modern dan Pengalaman Premium untuk Pencinta Padel Sport

28 December 2024
Hati-Hati, Banjir Mengintai di 74 TPS di Jakarta Barat

74 TPS di Jakarta Barat: Waspada Banjir Mengintai

14 August 2024
Mensos: Seleksi Sekolah Rakyat Gunakan Data BPS

Mensos: Seleksi Sekolah Rakyat Gunakan Data BPS

13 January 2026

Gunakan Kereta Inspeksi, Wapres Ma’ruf Amin Kunjungi Korban Banjir Bandang di Lebak Banten

30 January 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari ini Senin 4 April 2022 di Jogja

3 April 2022
Presiden Prabowo Subianto Disambut Lagu Indonesia Raya di Posko Pengungsi Agam

Presiden Prabowo Subianto Disambut Lagu Indonesia Raya di Posko Pengungsi Agam

18 December 2025
Gedung KPK

KPK Sita Aset RHP Bupati Mamberamo Tengah Lebih Dari 30 Miliar

14 May 2023

Artikel Terbaru

Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India Dapat Kritik Terkait Transparansi

Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India Dapat Kritik Terkait Transparansi

9 March 2026
Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Capai Kemajuan Pesat

Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang Capai Kemajuan Pesat

9 March 2026
Langkah Cepat Tim Gabungan Atasi Longsor di TPA Bantargebang

Langkah Cepat Tim Gabungan Atasi Longsor di TPA Bantargebang

9 March 2026
Penelitian Ungkap 462 Kasus Lingkungan di Indonesia Selama 74 Tahun

Penelitian Ungkap 462 Kasus Lingkungan di Indonesia Selama 74 Tahun

9 March 2026
Polda Sulbar Bagikan Sayur Gratis untuk Pengendara Tertib

Polda Sulbar Bagikan Sayur Gratis untuk Pengendara Tertib

9 March 2026
Polri Berhasil Menggagalkan Peredaran 9 Ton Daging Impor Kedaluwarsa

Polri Berhasil Menggagalkan Peredaran 9 Ton Daging Impor Kedaluwarsa

9 March 2026
Tiga Orang Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis di Bangka Belitung

Tiga Orang Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis di Bangka Belitung

9 March 2026

Popular Story

  • Polda Kepri Bongkar Kasus Penguasaan Ilegal 294 Hektare Lahan Konservasi

    Polda Kepri Bongkar Kasus Penguasaan Ilegal 294 Hektare Lahan Konservasi

    962 shares
    Share 385 Tweet 241
  • Kecelakaan Moge Vs Jupiter MX di Perempatan Mlangsen Temon, Istri pengendara Meninggal Dunia

    1786 shares
    Share 714 Tweet 447
  • BPJN Aceh Lakukan Perbaikan Jalan Nasional Menjelang Mudik Lebaran

    635 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Brigjen TNI Antoninho Pantau Langsung Progres TMMD ke-127 di Sumenep

    764 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Tol Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta Akan Difungsikan untuk Mudik Lebaran

    1718 shares
    Share 687 Tweet 430
  • Polisi Ungkap Kronologi Pria Meninggal di Dalam Mobil di Prawirotaman, Berawal dari Kecurigaan Security Hotel

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Bupati Semarang Resmikan Proyek Konstruksi Senilai Rp228,9 Miliar

    1440 shares
    Share 576 Tweet 360
  • Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Anggota Joxzin di Sedayu Bantul, Pelaku Mengaku Sakit Hati Sering Dimaki

    603 shares
    Share 241 Tweet 151
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.