Headline.co.id, Jakarta ~ Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa perekonomian Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang kuat meskipun menghadapi tekanan eksternal. Pertumbuhan ini didukung oleh inflasi yang terkendali dalam kisaran target dan sektor keuangan yang tangguh.
Keberhasilan ini didukung oleh kerangka kebijakan yang solid, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta komitmen terhadap pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa komitmen otoritas terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati, reformasi struktural yang terarah, serta penguatan sinergi kebijakan menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi Indonesia.
Dewan Direktur IMF memberikan pandangan terhadap sejumlah kebijakan yang telah diimplementasikan oleh otoritas Indonesia. Pertama, IMF menilai keberhasilan Indonesia dalam menjaga inflasi tetap dalam kisaran target, serta mencatat bahwa pelonggaran kebijakan moneter hingga 2025 diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kedua, IMF mengapresiasi kemajuan dalam pendalaman pasar keuangan dan penguatan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Ketiga, ketahanan sektor keuangan dinilai tetap terjaga dengan baik, didukung oleh penguatan kerangka regulasi dan pengawasan, serta pengembangan sektor keuangan.
Keempat, di sisi fiskal, IMF menyoroti komitmen otoritas dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berhati-hati dengan dukungan aturan fiskal yang kredibel. Kelima, agenda reformasi struktural menuju status negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Dalam laporannya, IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh solid sebesar 5,0% pada 2025 dan meningkat menjadi 5,1% pada 2026. Namun, IMF juga mencermati sejumlah risiko global yang perlu diwaspadai, seperti guncangan akibat ketegangan perdagangan global, dinamika ketidakpastian ekonomi dunia, serta volatilitas pasar keuangan global.
Sejalan dengan itu, IMF merekomendasikan penerapan kebijakan moneter dan nilai tukar berbasis data untuk menjaga stabilitas, normalisasi kebijakan makroprudensial secara bertahap seiring pemulihan kredit, serta percepatan reformasi struktural untuk memperkuat tata kelola, integrasi perdagangan, dan iklim investasi demi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Proyeksi positif IMF ini sejalan dengan asesmen Bank Indonesia yang memperkirakan perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh baik, didukung akselerasi reformasi struktural, kata Ramdan.






















