Headline.co.id, Malang ~ Pantai Sendiki di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan pasir putih, suasana asri, serta konsep sapta pesona yang menarik minat wisatawan. Pantai ini dapat diakses sekitar dua jam perjalanan dari Kota Malang dan buka 24 jam dengan tarif masuk relatif terjangkau. Daya tarik utama Pantai Sendiki terletak pada panorama laut Samudera Hindia, area camping yang luas, serta fasilitas rumah pohon yang memberi pengalaman liburan berbeda. Pengelola mengedepankan konsep aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan meninggalkan kenangan bagi pengunjung.
Pantai Sendiki dikenal sebagai pantai yang masih relatif sepi dan terjaga kealamiannya. Lokasinya yang tersembunyi membuat suasana lebih tenang, jauh dari hiruk pikuk wisata massal. Sejumlah wisatawan memilih pantai ini sebagai lokasi liburan singkat akhir pekan, sekaligus tempat melepas penat dari rutinitas perkotaan.
Akses Menuju Pantai Sendiki Masih Menantang
Salah satu pengunjung, Annisa S, menuturkan pengalamannya saat berkunjung ke Pantai Sendiki sebelum pandemi. Ia bersama rekan-rekannya berangkat dini hari sekitar pukul 05.00 WIB dari Sidoarjo dengan mengandalkan navigasi digital dan papan petunjuk jalan. Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam dari Kota Malang.
“Jalannya relatif aman dan bisa dilalui kendaraan, meskipun banyak tikungan sempit sehingga harus ekstra hati-hati. Sekitar satu kilometer sebelum lokasi pantai, akses jalannya masih sempit dan sebagian belum beraspal,” kata Annisa.
Ia menjelaskan, kondisi jalan menuju pantai masih berupa tanah, batuan, serta lapisan semen, sehingga pada musim hujan berpotensi licin dan berlumpur. Meski demikian, rasa lelah selama perjalanan terbayar ketika tiba di kawasan pantai yang menyuguhkan panorama alam terbuka dan udara sejuk.
Tiket Masuk dan Jalur Jalan Kaki Menuju Bibir Pantai
Setibanya di lokasi, pengunjung terlebih dahulu memarkir kendaraan dan membeli tiket masuk. Berdasarkan informasi pengelola, tiket masuk Pantai Sendiki berkisar Rp10.000 per orang, sedangkan biaya parkir kendaraan mulai Rp3.000 hingga Rp10.000 tergantung jenis kendaraan dan hari kunjungan. Dari area parkir, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 500 meter melalui jalan setapak yang menanjak untuk mencapai bibir pantai.
“Karena membawa banyak barang, kami sempat kelelahan di jalan setapak. Di sepanjang jalur terlihat beberapa warung, tetapi banyak yang tutup meski akhir pekan. Untungnya kami sudah menyiapkan bekal,” ujar Annisa.
Setelah melewati jalan menanjak, pengunjung akan menuruni sekitar 15 anak tangga sebelum sampai di area pantai. Di titik ini, suara deburan ombak mulai terdengar jelas, berpadu dengan pepohonan besar yang menjulang dan memberikan kesan pantai tersembunyi.
Konsep Sapta Pesona Jadi Identitas Pantai Sendiki
Pantai Sendiki memiliki papan informasi sapta pesona di area gerbang masuk. Konsep tersebut mencakup tujuh nilai utama, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Konsep ini diterapkan dalam pengelolaan kawasan wisata, mulai dari kebersihan lingkungan hingga pengawasan keamanan selama 24 jam.
Menurut Annisa, kesan pertama saat menginjakkan kaki di pantai adalah suasana alami dan ketenangan yang jarang ditemukan di pantai lain. “Begitu tiba sekitar pukul 09.00 WIB, matahari sudah cukup terik, tetapi suasana pantai tetap terasa sejuk karena pepohonan rindang. Saya langsung jatuh hati dengan pantai ini,” ujarnya.
Rumah Pohon dan Camping Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu daya tarik utama Pantai Sendiki adalah keberadaan rumah pohon yang dapat disewa wisatawan. Rumah pohon ini berada di antara pepohonan pantai dan menghadap langsung ke laut. Tarif sewa rumah pohon berkisar Rp150.000 per malam dengan kapasitas sekitar tiga orang. Selain itu, tersedia pula area camping ground bagi pengunjung yang ingin bermalam menggunakan tenda.
“Kami memilih menyewa rumah pohon karena tidak membawa perlengkapan camping. Sensasinya menyenangkan, pintu bisa dibuka untuk menikmati angin laut dan suara ombak,” kata Annisa.
Aktivitas Wisata Aman Tanpa Berenang
Aktivitas wisata di Pantai Sendiki cukup beragam meskipun berenang tidak dianjurkan karena ombak Samudera Hindia yang besar dan berbahaya. Pengunjung umumnya menikmati berjalan santai di tepi pantai, bersantai di bawah pepohonan, berfoto, berayun di ayunan kayu yang tersedia, atau sekadar menikmati kopi sambil memandangi laut.
Di area pantai terdapat sekitar delapan ayunan kayu yang menghadap langsung ke laut. Ayunan ini menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk bersantai dan berfoto. Selain itu, sejumlah pengunjung memanfaatkan pepohonan untuk memasang hammock.
Suasana Malam Lebih Ramai oleh Wisatawan Camping
Pada malam hari, suasana Pantai Sendiki berubah menjadi lebih ramai, terutama pada akhir pekan. Banyak wisatawan dari luar kota datang untuk berkemah. Mereka mendirikan tenda di camping ground dan menunggu momen matahari terbit keesokan harinya.
“Sekitar pukul 21.00 WIB, mulai banyak pengunjung berdatangan dan mendirikan tenda. Suasananya tetap tertib dan aman,” ungkap Annisa.
Fasilitas Lengkap dengan Energi Panel Surya
Dari sisi fasilitas, Pantai Sendiki menyediakan area parkir, toilet, musala, camping ground, serta rumah pohon. Namun, ketersediaan warung makan masih terbatas dan belum beroperasi secara maksimal setiap hari. Keunikan lainnya, pasokan listrik di kawasan pantai tidak menggunakan jaringan PLN, melainkan memanfaatkan panel surya.
“Pengelola memanfaatkan pohon-pohon yang sudah tidak terpakai sebagai penyangga solar cell. Energi listriknya digunakan untuk penerangan jalan setapak, pos penjagaan, dan rumah pohon,” jelas Annisa.
Rute dan Jarak Tempuh Menuju Pantai Sendiki
Pantai Sendiki berada sekitar 60–70 kilometer dari pusat Kota Malang. Rute yang umum ditempuh adalah melalui Pakisaji, Kepanjen, Gondanglegi, Turen, Sumbermanjing Wetan, kemudian menuju Desa Tambakrejo. Dari titik parkir, pengunjung masih perlu berjalan kaki menuju pantai.
Berdasarkan keterangan dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Malang, jalur menuju Pantai Sendiki searah dengan rute menuju Pantai Tamban, dengan jarak sekitar dua kilometer dari pantai tersebut. Pengunjung disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena akses transportasi umum masih terbatas.
Panorama Sunrise dan Sunset Jadi Daya Pikat
Daya tarik alam Pantai Sendiki tidak hanya pada pasir putih dan luasnya garis pantai, tetapi juga panorama matahari terbit dan terbenam. Pada pagi hari, pengunjung dapat menyaksikan sunrise dari balik cakrawala laut, sedangkan sore hari menawarkan pemandangan langit jingga yang memantul di permukaan air.
Kondisi pantai yang relatif sepi menjadikan lokasi ini kerap disebut sebagai “pantai privat” oleh pengunjung. Selain itu, pepohonan rindang di sekitar pantai memberikan keteduhan alami, membuat suhu udara terasa lebih sejuk dibandingkan pantai terbuka lainnya.
Imbauan Keselamatan karena Ombak Samudera Hindia
Pantai Sendiki berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga ombaknya cenderung besar. Pengelola dan masyarakat setempat mengimbau pengunjung agar tidak berenang demi keselamatan. Aktivitas yang disarankan lebih difokuskan pada rekreasi darat, fotografi, camping, dan menikmati panorama alam.
Seorang pengunjung menyampaikan kesannya terhadap Pantai Sendiki. “Pantai Sendiki menawarkan pengalaman alam yang autentik dengan fasilitas sederhana. Justru kesederhanaan inilah yang membuat pengunjung bisa benar-benar merasakan kedekatan dengan alam,” ujarnya.
Harga Tiket dan Biaya Sewa Fasilitas
Untuk biaya, tiket masuk Pantai Sendiki berkisar Rp5.000 hingga Rp15.000 per orang tergantung hari kunjungan. Biaya parkir motor sekitar Rp5.000 dan mobil Rp10.000. Pengunjung yang ingin berkemah dapat menyewa tenda dengan tarif mulai Rp75.000 atau membawa tenda sendiri dengan biaya sekitar Rp20.000. Sementara itu, sewa rumah pohon dipatok sekitar Rp150.000 per malam.
Pantai Sendiki Lengkapi Destinasi Wisata Malang Selatan
Meski fasilitas relatif sederhana dan akses jalan masih perlu perbaikan, Pantai Sendiki tetap menjadi alternatif wisata alam yang diminati, khususnya bagi wisatawan yang mengutamakan ketenangan dan keaslian lingkungan. Keberadaan pantai ini turut melengkapi deretan destinasi pantai di Malang Selatan seperti Pantai Balekambang, Pantai Tamban, dan Pantai Nganteb.
Kabupaten Malang dikenal memiliki potensi wisata bahari yang beragam. Pantai Sendiki menjadi salah satu contoh destinasi yang masih mempertahankan karakter alami sekaligus memberikan ruang bagi wisata berbasis pengalaman alam.
Dengan panorama pasir putih, udara sejuk, konsep sapta pesona, serta pilihan aktivitas camping dan rumah pohon, Pantai Sendiki dinilai cocok sebagai tujuan liburan akhir pekan bersama keluarga maupun rekan. Kendati demikian, pengunjung tetap diimbau menjaga kebersihan, mematuhi aturan keselamatan, dan menghormati lingkungan sekitar agar kelestarian pantai tetap terjaga.




















