Headline.co.id, Lhokseumawe ~ Pembangunan hunian sementara (huntara) berbahan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sedang dipercepat. Langkah ini diambil untuk membantu warga yang rumahnya rusak berat akibat banjir bandang dan tanah longsor. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Gabungan memanfaatkan kayu hanyut dari banjir sebagai bahan utama konstruksi huntara, sehingga mempercepat pemulihan dan mengurangi limbah pascabencana.
Pada Sabtu (17/1/2026), Yonzipur 5/Arati Bhaya Whigina mengerahkan satu regu personel untuk terlibat langsung dalam pembangunan huntara. Alat berat seperti enam unit ekskavator dan satu unit dozer juga dikerahkan untuk membersihkan lokasi dan menyiapkan material kayu. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rumah Zakat, Kementerian Kehutanan, dan Universitas Gadjah Mada.
Pendataan menunjukkan sekitar 430 rumah di Desa Geudumbak mengalami kerusakan berat. Dari jumlah tersebut, direncanakan pembangunan 330 unit huntara secara bertahap. BNPB bertanggung jawab atas penyediaan material dan pengolahan kayu, sementara UGM memberikan pendampingan teknis untuk desain rumah yang aman dan cepat dibangun. Setiap unit huntara berukuran 6 x 6 meter, dilengkapi dua kamar tidur, satu ruang multifungsi, dan teras. Kebutuhan kayu bervariasi empat hingga lima meter kubik, tergantung pada desain rumah.
Rumah Zakat berperan sebagai mitra donor dan pendamping lapangan, melibatkan kelompok tukang lokal dan warga terdampak dalam proses pembangunan. Skema ini tidak hanya mempercepat pengerjaan, yang ditargetkan selesai dalam empat hari per unit, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan pemulihan psikososial bagi masyarakat. Penentuan penerima huntara dilakukan melalui musyawarah gampong, memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Misran, salah satu warga, bersama keluarganya, bertahan di atas pohon sawit selama tiga hari saat banjir melanda. Kini, mereka telah menempati huntara yang selesai dibangun. Keterlibatan Satgas Gulbencal Gabungan dalam pembangunan huntara ini menegaskan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Melalui pendekatan gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan pemulihan sosial dan ekonomi warga Aceh Utara dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.



















