Headline.co.id, Surabaya ~ Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Safari Keagamaan Antikorupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI). Acara ini dilaksanakan melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) dengan mengusung tema Strategi Trisula Pencegahan Korupsi Bidang Keagamaan.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Aula Kanwil Kemenag Jawa Timur ini menghadirkan Pimpinan KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, sebagai narasumber utama. Dalam presentasinya, Ibnu menjelaskan strategi Trisula Pencegahan Korupsi yang meliputi pendidikan, pencegahan, penindakan, serta penguatan peran serta masyarakat.
Ibnu menegaskan bahwa integritas merupakan nilai dasar yang harus ditanamkan sejak dini dan dijaga secara berkelanjutan. “Melalui pendidikan, seseorang akan memiliki kesadaran untuk tidak melakukan korupsi. Integritas bukan sesuatu yang instan, tetapi harus dirawat terus-menerus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Pada aspek pencegahan, Ibnu menekankan pentingnya perbaikan sistem tata kelola agar tertutup dari peluang terjadinya tindak pidana korupsi. Sementara penindakan dilakukan untuk memberikan efek jera, yang harus diperkuat dengan partisipasi aktif masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga memaparkan 30 bentuk tindak pidana korupsi yang dikelompokkan ke dalam tujuh kategori. Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan sembilan nilai integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.
Terkait kolaborasi, Ibnu menyebut Kementerian Agama sebagai mitra strategis KPK dalam pendidikan dan pencegahan korupsi. Sepanjang 2025, sejumlah kerja sama telah dilaksanakan, lain pengembangan e-learning gratifikasi, pelaksanaan Safari Keagamaan Antikorupsi di berbagai kanwil, serta penerbitan buku Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi Menurut Perspektif Agama di Indonesia.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengapresiasi kehadiran KPK RI yang dinilai memberikan penguatan nyata terhadap komitmen integritas di lingkungan ASN Kementerian Agama. Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat implementasi nilai-nilai antikorupsi dalam tata kelola pemerintahan.
“Integritas bukan sekadar prinsip moral, melainkan fondasi utama penyelenggaraan layanan publik yang bersih dan akuntabel. Jabatan adalah amanah, bukan fasilitas, sehingga harus dijalankan sesuai ketentuan dan regulasi,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, serta Pembimbing Masyarakat di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Timur. Turut hadir Kepala Kantor dan Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta pimpinan organisasi profesi dan kelompok kerja terkait. (MC Prov Jatim/hjr/eyv)




















